TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mendorong penguatan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Menurut Irene, Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha untuk dapat berkembang menjadi negara maju. Ia menyebut jumlah ideal wirausaha berada di kisaran 10 hingga 12 persen, sementara angka 4 persen dinilai menjadi titik awal yang perlu dicapai Indonesia.
"Untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan sekitar 10 hingga 12 persen wirausaha. Menurut World Bank, setidaknya kita perlu mencapai angka 4 persen sebagai titik awal. Saat ini jumlahnya masih sedikit di bawah angka tersebut," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 2 Agustus 2026.
Irene menekankan, kewirausahaan tidak semata-mata berkaitan dengan kepemilikan perusahaan. Lebih dari itu, jiwa kewirausahaan mencakup rasa memiliki, tanggung jawab, serta kemampuan menjalankan setiap pekerjaan dengan tujuan yang jelas.
Karena itu, menurut Irene, pengembangan jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak usia muda. Talenta muda kreatif diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan inovasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan ide menjadi usaha yang berkelanjutan.
Prestasi Junior Indonesia (PJI) menjadi salah satu wadah pengembangan talenta muda tersebut. Sejak 2011, PJI telah membekali lebih dari dua juta anak muda Indonesia dengan keterampilan dunia kerja, literasi keuangan, serta kemampuan membangun usaha berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 45 tim berkompetisi hingga terpilih sembilan tim terbaik tingkat SMA/SMK. Dua tim terbaik selanjutnya akan mewakili Indonesia dalam ajang kewirausahaan tingkat Asia Pasifik.
Melalui program unggulan Student Company, siswa SMA dan SMK diberi kesempatan mendirikan sekaligus mengelola perusahaan sendiri. Peserta belajar mengembangkan produk, membangun model bisnis, memimpin tim, mengelola keuangan, memahami pelanggan, hingga menghadapi tantangan usaha secara nyata.
Selama 20 tahun pelaksanaannya di Indonesia, program tersebut telah menjangkau lebih dari 18.000 siswa dan melahirkan 845 bisnis siswa.
Pada periode 2025–2026, pengembangan ide bisnis peserta juga diarahkan pada empat isu strategis, yakni ekonomi sirkular, gaya hidup sehat, perubahan iklim, dan kekayaan lokal.
Kementerian Ekraf memandang penguatan kewirausahaan sejak usia muda sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan semakin banyak talenta muda yang mampu menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, serta mengembangkan kekayaan intelektual Indonesia menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing global.









