TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mendorong The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD menjadi agenda rutin setiap akhir pekan pertama setiap bulan.
Irene menilai keberlanjutan pasar kreatif tersebut penting untuk memberikan panggung yang konsisten bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal dalam memperkenalkan karya sekaligus memperluas akses pasar.
"The Local Market yang perdana di SCBD ini akan menjadi rutin setiap bulan untuk minggu pertama dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam selama dua hari," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurutnya, Pasar Wiwitan dapat menjadi movement yang terus hadir sebagai ruang bagi para pejuang ekonomi kreatif untuk menunjukkan produk dan karya yang telah mereka hasilkan.
Irene menegaskan, pasar kreatif tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara kreator dengan masyarakat. Interaksi tersebut dinilai penting karena setiap produk kreatif memiliki cerita yang lahir dari kreativitas dan dedikasi pembuatnya.
"Produk Indonesia bukan saja bagus, tetapi sudah banyak yang mendunia. Mari, kita mulai dari diri sendiri untuk mendukung belanja dan pakai produk lokal," imbuhnya.
Pasar Wiwitan SCBD mengusung konsep pasar kreatif berbasis kolaborasi heksaheliks yang mempertemukan pemerintah, kurator produk kreatif, penyedia ruang publik, hingga pelaku ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh The Local Market ID ini menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus ruang untuk merayakan kreativitas dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Di ruang terbuka hijau SCBD Park, Pasar Wiwitan menghadirkan konsep street market berskala besar dengan beragam produk kreatif, kuliner, artisan, hingga pertunjukan budaya. Pasar tersebut diharapkan menjadi destinasi akhir pekan sekaligus ruang baru bagi pelaku UMKM kreatif Indonesia.
Founder of The Local Market, Titonius Karto, mengatakan Pasar Wiwitan akan hadir pada akhir pekan pertama setiap bulan sebagai ruang yang konsisten bagi produk-produk kreatif Indonesia.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menilai kolaborasi lintas sektor melalui Pasar Wiwitan juga dapat mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Irene turut meninjau sejumlah tenant dari berbagai subsektor ekonomi kreatif, di antaranya Punopals, Batik Saraswati, Oentukmu, La Vida Home, Neu Men, KASI Living, Saiya, KAINARA, dan Damdam Ceramics.
Salah satu peserta kurasi, Ashraf Fauzan Ramdhani dari jenama fesyen Neu Men, mengapresiasi kesempatan yang diberikan melalui The Local Market. Brand asal Bandung tersebut memanfaatkan ajang ini untuk memperluas pasar melalui busana pria yang memadukan batik dengan gaya kasual.
Ashraf berharap program serupa dapat terus diperbanyak untuk membantu UMKM dari sisi pemasaran sehingga semakin banyak jenama lokal yang berkembang dan dikenal masyarakat.









