TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong penguatan kolaborasi berbasis komunitas untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya saing jenama lokal Indonesia.
Menurutnya, Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026 menjadi contoh ruang kreatif yang tumbuh dari komunitas dan mampu mempertemukan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.
JSD Blok M Festival 2026 mengusung konsep festival distrik dengan 12 zona yang mengintegrasikan sejumlah subsektor, mulai dari fesyen, musik, seni, beauty wellness, hingga kuliner.

"Ketika berbagai subsektor ekonomi kreatif bersinergi dalam satu ruang adaptif, dampaknya jauh lebih besar, mulai dari terciptanya audiens bersama, efisiensi promosi, hingga terbuka peluang ekspor dan penguatan posisi jenama lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Riefky menilai penyelenggaraan JSD juga menunjukkan bahwa ruang publik dapat dioptimalkan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif. Melalui konsep multi experience, kawasan Blok M menggabungkan gaya hidup, hiburan, dan aktivitas ekonomi dalam satu pengalaman yang saling terhubung.
Kemudian ia mengatakan, model festival seperti JSD dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan karya, memperkuat jejaring, sekaligus mengembangkan usaha kreatif yang mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
"Inilah bentuk ekonomi kreatif yang tumbuh dari komunitas sekaligus memiliki daya saing yang mengakomodasi gerakan kolektif," ucapnya.
Penguatan ekosistem tersebut sejalan dengan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun atau berkontribusi 7,38 persen terhadap PDB nasional.
Sementara itu, ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau sekitar 18,70 persen dari total penduduk bekerja di Indonesia.
JSD sendiri telah diselenggarakan sejak 2017 dan berkembang menjadi salah satu ajang sneaker dan streetwear yang berpengaruh di Indonesia. Pada 2026, JSD Blok M Festival digelar selama tiga hari, 31 Juli hingga 2 Agustus.
Festival tersebut menghadirkan lebih dari 260 gerai, dengan 75 persen di antaranya merupakan merek lokal Indonesia. Sejumlah jenama lokal yang ditinjau langsung Riefky antara lain Cardinal, Clover, Eiger, HSF Eyewear, ISSHU, Kanky, Mars on Earth, Morteils, Nirmana, Othman, Parfumerie RATS, Weidenman Urban, White Noise, dan 910 NineTen.
Riefky menegaskan, pemerintah ingin semakin banyak jenama lokal memperoleh dukungan untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Pengalaman jenama lokal Othman yang berhasil memperkenalkan produknya ke pasar Jepang, menurutnya, menjadi salah satu bukti bahwa karya kreatif Indonesia memiliki potensi untuk bersaing secara global.
Melalui dukungan terhadap festival berbasis komunitas seperti JSD Blok M Festival 2026, Kementerian Ekraf terus mendorong kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk kreatif nasional, serta memperkuat kontribusi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.









