TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi konsistensi Jakarta Sneaker Day (JSD) sebagai wadah ekspresi, inovasi, sekaligus etalase bagi jenama fesyen dan sneaker lokal.
Irene menilai keberadaan JSD menjadi ruang strategis untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperluas pasar produk lokal hingga ke tingkat internasional. Hal tersebut disampaikan Irene saat menghadiri Jakarta Sneaker Day (JSD) di Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Agustus 2026.
"Dukungan ini kami berikan agar produk kreatif anak bangsa tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga makin percaya diri menembus pasar internasional," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Irene, dukungan terhadap industri fesyen menjadi penting mengingat subsektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian kreatif nasional.
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, subsektor fesyen menjadi kontributor terbesar ekspor ekonomi kreatif dengan porsi mencapai 58,55 persen atau senilai 5,85 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 5,58 miliar dolar AS.
Selain berkontribusi besar terhadap ekspor, subsektor fesyen juga menyumbang 14,77 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif dengan pertumbuhan sebesar 5,07 persen.
Irene menegaskan, fesyen tidak hanya berkaitan dengan tren dan gaya berbusana. Lebih dari itu, subsektor fesyen memiliki peran dalam memperkuat identitas budaya, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Lebih lanjut, ia juga menilai kolaborasi antara komunitas dan industri kreatif menjadi faktor penting dalam mempercepat penguatan ekosistem fesyen nasional.
"Kolaborasi antara komunitas dan industri kreatif di ajang JSD sangat krusial dalam mempercepat ekosistem fesyen nasional, sehingga kami optimis inovasi anak muda Indonesia menjadi motor penggerak utama ekonomi kreatif masa depan," ucapnya.
Irene berharap masyarakat turut memberikan dukungan terhadap produk-produk lokal dengan mengenal dan memberikan kesempatan kepada pelaku kreatif dalam negeri untuk terus berkembang.
"Harapan kami, masyarakat dapat hadir untuk mengenal, mendukung, dan memberikan kesempatan bagi pelaku lokal untuk berkembang," tuturnya.
Sebagai informasi, Jakarta Sneaker Day telah hadir sejak 2016. Pada 2026, JSD kembali digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
JSD tahun ini menghadirkan cultural takeover dengan konsep festival multi-pengalaman yang tersebar di 10 zona dan 10 venue. Ajang tersebut memadukan pasar kreatif, konser musik, fesyen, serta berbagai aktivitas yang digerakkan komunitas lokal.
JSD juga didukung lebih dari 40 mitra F&B. Sejak 2017, penyelenggaraan JSD telah menarik lebih dari 150.000 pengunjung.
Festival Director JSD Blok M Festival, Albie Trisura, mengatakan proporsi brand lokal dalam penyelenggaraan tahun ini mencapai 90 persen.
"Kali ini, dengan area yang lebih luas, proporsi brand lokal melonjak hingga 90 persen dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah brand lokal terbanyak di Asia Tenggara," kata Albie.









