TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mendorong optimalisasi kekayaan intelektual atau Intelctual Property (IP) global sebagai salah satu cara memperluas peluang ekonomi bagi kreator lokal. Hal tersebut disampaikan Irene saat menghadiri HoYo FEST 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, ajang tahunan yang digelar HoYoverse tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemilik IP internasional dengan talenta kreatif Indonesia.
Irene menilai kolaborasi tersebut tidak hanya membuka ruang komersialisasi karya, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing subsektor ekonomi kreatif, khususnya gim, kriya, ilustrasi, dan desain.

"HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan. Inisiatif seperti ini membuka ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai komersial sekaligus menjangkau pasar yang lebih besar," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 2 Agustus 2026.
Dalam HoYo FEST, puluhan pegiat ekraf Indonesia terlibat dalam memproduksi karya kriya dan merchandise yang terinspirasi dari karakter IP HoYoverse.
Lebih lanjut, Irene menyoroti skema kolaborasi tersebut karena produk yang dihasilkan tetap memberikan hak kepemilikan penuh kepada masing-masing kreator. Menurutnya, pola tersebut penting untuk memperkuat posisi pelaku ekraf lokal sebagai penerima manfaat ekonomi dari kreativitas yang mereka hasilkan.
Ia pun berharap model kolaborasi antara IP global dan kreator lokal dapat direplikasi secara lebih luas dengan melibatkan pemilik IP internasional lainnya.
Kolaborasi lintas sektor semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mengakselerasi pertumbuhan subsektor gim, kriya, ilustrasi, dan desain sekaligus memperluas akses pasar bagi talenta kreatif Indonesia.
Sementara itu, Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD, Aswin Atonie, mengatakan HoYo FEST 2026 telah dikunjungi lebih dari 9.500 orang sejak 30 Juli. Ajang tersebut menghadirkan 50 booth yang melibatkan 71 pegiat ekonomi kreatif.
Aswin mengapresiasi kehadiran Kementerian Ekraf dalam HoYo FEST 2026. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi simbol kolaborasi heksaheliks antara pemerintah, industri, dan komunitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif di HoYo FEST 2026. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap para kreator lokal yang telah berkarya melalui Artist Alley," kata Aswin.
HoYo FEST juga menjadi ruang interaksi antara komunitas, kreator, dan industri melalui berbagai aktivitas kreatif. Melalui Artist Alley, ajang tersebut menunjukkan bahwa industri gim tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku ekraf lokal untuk berkarya, berwirausaha, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.









