TVRINews – Jakarta
Kenaikan 6,05 Persen Didorong Sektor Nonmigas, Defisit Migas Berlanjut
Kinerja perdagangan internasional Indonesia menunjukkan tren positif di awal paruh kedua tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total nilai ekspor nasional pada Juli 2026 menyentuh angka US$26,2 miliar.
Capian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,05 persen secara tahunan atau year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa roda penggerak utama pertumbuhan ini berasal dari sektor pengolahan dan komoditas di luar minyak dan gas bumi.
"Ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,2 miliar," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa 1 September 2026.
Berdasarkan data rinci instansi tersebut, kontributor terbesar masih dipegang oleh kelompok komoditas nonmigas. Sektor ini membukukan angka US$25,43 miliar, atau mengalami ekspansi positif sebesar 6,84 persen jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, pada paparan terkait Ekspor Indonesia meningkat (Foto: Youtube BPS)
Kendati demikian, kinerja sektor energi justru menunjukkan tren sebaliknya. Sektor minyak dan gas bumi tercatat melemah signifikan, dengan nilai pengapalan hanya mendulang US$0,79 miliar.
Angka ini merepresentasikan koreksi tajam hingga 14,58 persen, yang mengindikasikan tekanan berkelanjutan pada sektor suplai energi fosil domestik.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa ketahanan ekspor nonmigas masih menjadi benteng utama neraca perdagangan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Penguatan pada sektor manufaktur dan komoditas unggulan terbukti mampu meredam koreksi dari sektor migas, sekaligus menjaga surplus neraca perdagangan tetap kompetitif di kawasan regional.
Pemerintah diharapkan terus memperluas diversifikasi pasar tujuan ekspor baru, khususnya di luar mitra dagang tradisional, guna mengantisipasi pelemahan permintaan global serta volatilitas harga komoditas energi yang terus berfluktuasi.









