TVRINews – Jakarta
Angka inflasi bulanan tercatat melampaui proyeksi pasar menyusul pemulihan daya beli masyarakat.
Badan Pusat Statistik Selasa 1 September 2026 melaporkan Indeks Harga Konsumen mengalami kenaikan sebesar 0,21% secara bulanan pada Agustus 2026. Angka tersebut menandai kembalinya tren inflasi setelah pada bulan sebelumnya tercatat mengalami tekanan penurunan harga.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa lembaga statistik nasional Ateng Hartono menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 1 September . Secara tahunan, tingkat inflasi nasional berada pada posisi 3,19%.
Capaian bulanan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi rata-rata pasar. Sebelumnya, konsensus yang dihimpun dari 13 institusi keuangan memperkirakan kenaikan bulanan berada di kisaran 0,17% dengan proyeksi tahunan sebesar 3,11%.
Dinamika perekonomian domestik menunjukkan pergerakan yang berbalik dari periode Juli 2026. Pada bulan sebelumnya, pencatatan resmi menunjukkan deflasi sebesar 0,14% secara bulanan, sementara inflasi tahunan berada di level 2,88%.
Para pengamat ekonomi menilai pergerakan inflasi ini mencerminkan pemulihan permintaan domestik secara bertahap seiring dengan normalisasi rantai pasok dan aktivitas perdagangan di berbagai sektor utama. Kebijakan pengendalian harga oleh otoritas fiskal dan moneter tetap menjadi fokus utama guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat dalam sisa tahun berjalan.









