TVRINews – Jakarta
Data resmi PIHPS mencatat kenaikan serentak pada komoditas pangan utama di pasar tradisional.
Pasar domestik dihadapkan pada gelombang kenaikan harga komoditas pokok yang terjadi secara serentak pada awal bulan ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, tren peningkatan ini mencakup sebagian besar kebutuhan dapur masyarakat, mulai dari beras, aneka cabai, bawang, hingga produk protein hewani.
Kenaikan tertajam tercatat pada komoditas beras kualitas medium II yang melambung hingga 56,13 persen menjadi Rp25.450 per kilogram. Lonjakan drastis ini turut menyeret pergerakan harga komoditas lain di tingkat pedagang eceran tradisional.
Kelompok bumbu dapur, khususnya cabai, juga mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam. Cabai rawit merah terpantau naik 12,87 persen menjadi Rp81.550 per kilogram, sementara cabai rawit hijau meningkat 9,93 persen ke posisi Rp62.000 per kilogram. Untuk komoditas cabai merah keriting, penyesuaian harga tercatat sebesar 7,41 persen menjadi Rp55.800 per kilogram.
Tekanan biaya hidup kian terasa dengan merangkaknya harga produk protein hewani. Daging ayam ras segar mengalami koreksi naik 1,07 persen menjadi Rp42.650 per kilogram. Di sisi lain, daging sapi kualitas I dan II masing-masing bergerak naik tipis ke level Rp152.000 dan Rp142.700 per kilogram, disertai kenaikan harga telur ayam ras segar sebesar 2,78 persen menjadi Rp29.600 per kilogram.
Kendati demikian, sejumlah komoditas menunjukkan pergerakan yang stabil atau sedikit melunak. Harga gula pasir kualitas premium tercatat turun tipis 0,25 persen menjadi Rp20.300 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada minyak goreng kemasan bermerek II yang melemah 0,85 persen ke posisi Rp23.450 per kilogram.









