TVRINews – Jakarta
Sejumlah komoditas pokok seperti cabai, bawang, dan beras di pasar tradisional serentak mengalami kenaikan harga signifikan awal pekan ini.
Pasar tradisional di seluruh wilayah Indonesia mengawali pekan ini dengan dinamika harga yang ketat. Berdasarkan laporan komprehensif yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional) pada Senin 31 Agustus 2026, gelombang kenaikan harga mendominasi sebagian besar komoditas dapur utama, memaksa konsumen untuk menghadapi penyesuaian anggaran yang signifikan.
Lonjakan tercatat pada sektor hortikultura, di mana komoditas cabai merah keriting meroket hingga menembus angka Rp71.100 per kilogram. Angka ini mencatatkan lonjakan drastis sebesar 37,79 persen atau setara dengan tambahan biaya Rp19.500 dibandingkan periode pencatatan sebelumnya.
Tren serupa juga melanda komoditas bumbu dapur lainnya, di mana bawang merah ukuran sedang diperdagangkan pada kisaran harga Rp50.350 per kilogram atau naik hampir 30 persen.
Di samping komoditas hortikultura, tekanan biaya juga merambah lini kebutuhan pokok masyarakat, yakni beras. Seluruh kategori kualitas beras, mulai dari kualitas bawah hingga kategori super, terpantau mengalami koreksi harga ke atas. Beras kualitas bawah I kini dipatok rata-rata pada level Rp16.050 per kilogram, sementara kategori beras super I bergerak di kisaran Rp18.400 per kilogram.
Kenaikan linier ini turut diikuti oleh komoditas pendukung seperti gula pasir premium yang kini berada di posisi Rp22.400 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerk yang menyentuh angka Rp26.850 per kilogram.
Kendati demikian, tidak seluruh komoditas mengalami tren kenaikan. Pasar mencatat adanya koreksi harga yang cukup lega pada komoditas cabai rawit hijau yang merosot 17,46 persen menjadi Rp47.750 per kilogram.
Penurunan harga moderat juga terjadi pada komoditas protein hewani berupa daging ayam ras segar yang melandai ke level Rp38.750 per kilogram, serta daging sapi kualitas 1 yang terkoreksi tipis di angka Rp151.100 per kilogram.
Pihak otoritas terkait terus memantau pergerakan harga harian ini guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap daya beli masyarakat luas di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut.









