TVRINews, Magelang
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meminta gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memprioritaskan penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dari masing-masing daerah.
Menurut Ferry, produk UMKM yang telah melalui proses kurasi dapat dipasarkan melalui gerai KDKMP. Pemerintah juga menyiapkan pelatihan dan pendampingan bagi pengelola koperasi agar mampu menjalankan usaha secara optimal.
“UMKM dikurasi, para petugas diberikan pelatihan dalam mengelola koperasi. Kami akan terus dampingi. Jadi produk-produknya UKM lokal tidak perlu bingung karena sudah ada tempatnya di KDKMP,” kata Menkop Ferry dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 18 September 2026.
Ferry mengatakan pengembangan koperasi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menggerakkan tiga pilar ekonomi secara setara, yakni koperasi, BUMN, dan sektor swasta. Koperasi, lanjutnya, kembali ditempatkan sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional.
Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, Kementerian Koperasi menyiapkan tiga langkah utama, yakni rebranding, digitalisasi, serta pembenahan tata kelola.
Pada aspek rebranding, Ferry menilai koperasi perlu kembali diperkenalkan kepada generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memasukkan kembali mata pelajaran perkoperasian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Langkah kedua adalah digitalisasi. Transformasi koperasi dari sistem tradisional menuju pengelolaan berbasis teknologi dinilai penting agar koperasi dapat beradaptasi dan bersaing di era modern.
Sementara pembenahan tata kelola diarahkan agar keberhasilan koperasi tidak hanya dilihat dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), tetapi juga dari kinerja dan perkembangan usahanya.
“Kementerian Koperasi (Kemenkop) melaksanakan tiga langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaan terhadap koperasi,” ucapnya.
Ferry menyebut koperasi perlu kembali terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari produksi, distribusi, industri hingga keuangan. Pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan seni juga diarahkan untuk membentuk koperasi agar memiliki akses lebih luas terhadap permodalan, pendampingan, teknologi, dan pasar.
“Karena itu, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga seni dibentuk menjadi koperasi agar dapat mengakses permodalan, pendampingan, teknologi, dan pasar secara lebih luas,” tegasnya.
Ferry juga meminta pemerintah daerah, termasuk wali kota dan bupati, melakukan kurasi terhadap kelompok-kelompok usaha di daerah untuk kemudian difasilitasi membentuk koperasi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu produk lokal meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.
“Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,”tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi dukungan Kemenkop dan berharap adanya pelatihan peningkatan kapasitas manajemen koperasi, penerapan teknologi, serta pendampingan usaha bagi masyarakat.
“Hari ini menjadi kesempatan bagaimana koperasi dan UMKM sebagai ruang pertemuan antara produk dan pasar, pelaku usaha dan mitra, serta potensi daerah dengan jejaring ekonomi yang lebih luas,”ungkap Damar.
Damar juga mengajak lima daerah penyangga kawasan pariwisata Borobudur, yakni Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung, untuk bersama-sama memperkenalkan potensi unggulan masing-masing daerah.
Borobudur Indonesia Expo 2026 diikuti 150 UMKM. Kegiatan yang berlangsung pada 17–20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang tersebut menargetkan 40.000 pengunjung dengan nilai transaksi hingga Rp2 miliar.
Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Jateng, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaidi, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji.










