TVRINews – Jakarta
Tekanan Biaya Hidup Meningkat, Komoditas Hortikultura dan Protein Domestik Catat Kenaikan Signifikan di Tingkat Eceran
Dinamika pasar domestik kembali menunjukkan tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas esensial. Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dirilis pada Kamis 17 September 2026 hingga siang ini, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit merah yang kini diperdagangkan pada kisaran angka delapan puluh empat ribu rupiah per kilogram.
Selain cabai rawit merah yang memimpin daftar kenaikan, komoditas cabai merah keriting juga terpantau tinggi di angka enam puluh ribu enam ratus lima puluh rupiah per kilogram, disusul oleh cabai rawit hijau yang menyentuh level lima puluh delapan ribu seratus lima puluh rupiah per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging sapi kualitas prima tetap mempertahankan posisi harga tertinggi di kisaran seratus lima puluh tiga ribu tiga ratus rupiah per kilogram. Sementara itu, komoditas pendukung dapur seperti bawang merah dan bawang putih masing-masing stabil pada rentang harga tiga puluh lima ribu hingga tiga puluh tujuh ribu rupiah per kilogram, memberikan andil tersendiri terhadap pengeluaran harian rumah tangga.
Kondisi serupa turut membayangi lini kebutuhan pokok masyarakat luas. Beras berbagai varietas kualitas, mulai dari kelas bawah hingga super, tercatat bergerak variatif dengan beras medium berada pada kisaran enam belas ribuan rupiah per kilogram.
Komoditas minyak goreng dan gula pasir lokal maupun premium juga menunjukkan angka penyesuaian yang perlu dicermati oleh para pelaku industri ritel serta konsumen akhir guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.










