TVRINews – Jakarta
Kurs rupiah diproyeksikan bergerak defensif pada perdagangan Kamis di tengah penguatan dolar Amerika Serikat pasca kenaikan suku bunga bank sentral.
Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis 17 September 2026 berpotensi menghadapi tekanan di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Kebijakan bank sentral AS atau The Fed yang mengambil langkah hawkish dengan menaikkan suku bunga acuan turut memicu sentimen risk-off di kawasan Asia.
Berdasarkan pantauan di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), fluktuasi rupiah terpantau relatif stabil pada awal sesi, dengan penguatan terbatas di kisaran Rp17.769 per dolar AS. Kendati demikian, tekanan eksternal masih membayangi aset-aset berisiko di pasar domestik.
Federal Open Market Committee (FOMC) secara bulat memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga berada pada kisaran 3,75% hingga 4%. Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama turut terkerek hingga level 100,25 seiring ekspektasi pasar yang telah memperhitungkan langkah pengetatan tersebut.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam keterangan resminya yang dikutip pasar global menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil melalui pertimbangan matang guna meredam laju inflasi.
"Keputusan yang kami ambil hari ini adalah keputusan yang matang, serius, dan bertanggung jawab," ujarnya menegaskan komitmen bank sentral dalam mengendalikan kenaikan harga.
Di sisi lain, tekanan dari pasar komoditas global mulai menunjukkan pelonggaran. Harga minyak mentah Brent tercatat terpangkas 2,69% ke level US$105,83 per barel. Penurunan ini dipicu oleh tanda-tanda pemulihan pasokan di Timur Tengah seiring perbaikan infrastruktur pipa minyak utama Arab Saudi.
Secara teknikal, pergerakan rupiah dibayangi oleh potensi konsolidasi dengan kisaran perdagangan harian diperkirakan berada pada rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS. Pelaku pasar kini tetap memantau perkembangan data inflasi global serta langkah lanjutan dari otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi.










