TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgistan, Benazir Nurlanova, untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan industri kreatif kedua negara.
Pertemuan bilateral tersebut berlangsung dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Kedua pihak membahas perkembangan industri kreatif, prioritas kebijakan masing-masing negara, serta peluang kolaborasi untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi partisipasi aktif delegasi Kirgistan dalam WCCE 2026. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan antara Indonesia dan Kirgistan.
"Saya sungguh berharap pertemuan ini menjadi momentum penting bagi terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan dan bermakna antara Republik Indonesia dan Republik Kirgistan di bidang ekonomi kreatif. Kami menantikan terjalinnya kerja sama dengan Republik Kirgistan, khususnya dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Ekraf turut memaparkan lanskap ekonomi kreatif Indonesia untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang relevan dan saling menguntungkan.
Salah satu peluang yang dibahas adalah perluasan akses pasar produk kreatif Indonesia ke kawasan Asia Tengah. Upaya ini diharapkan dapat membuka kesempatan kolaborasi sekaligus memperluas jangkauan produk kreatif Indonesia di pasar internasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgistan, Benazir Nurlanova, menyampaikan bahwa pengalaman Indonesia menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi kreatif di negaranya.
Menurut Benazir, forum internasional seperti WCCE memberikan kesempatan bagi negara-negara peserta untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
"Ekonomi kreatif juga telah menjadi salah satu prioritas utama kebijakan negara dan instrumen strategis untuk mendiversifikasi perekonomian kami. Dengan menyatukan kekuatan talenta yang kami miliki serta menyediakan platform yang andal, seperti World Conference on Creative Economy (WCCE) dan ekosistem industri kreatif, kami berharap dapat memperkuat pengembangan sektor ini," kata Benazir.
Komitmen Kirgistan dalam mengembangkan sektor tersebut juga tercermin melalui pembentukan Creative Industries Park (CIP). Kerangka khusus di bidang ekonomi dan hukum ini dibentuk untuk mendukung pengembangan industri kreatif dan digital di Kirgistan.
Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari upaya Indonesia dan Kirgistan untuk memperkuat hubungan di bidang ekonomi kreatif. Melalui pertukaran pengalaman dan penjajakan peluang kolaborasi, kedua negara berupaya mengidentifikasi potensi kerja sama yang dapat mendukung pengembangan industri kreatif masing-masing.










