TVRINews, Jakarta
Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama strategis di bidang ekonomi kreatif untuk memperluas akses pasar global bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat ekosistem digital, serta mendorong ekspansi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar dengan Minister of State for Culture, Community and Youth Singapura, Baey Yam Keng, di sela-sela penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.

Irene mengatakan, Singapura merupakan mitra strategis bagi Indonesia dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, terutama melalui pemanfaatan jaringan global yang dimiliki negara tersebut untuk memperluas jangkauan pelaku industri kreatif nasional.
"Kami melihat Singapura sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Indonesia juga memiliki potensi kreatif yang sangat besar, dan Singapura memiliki jaringan global yang kuat. Melalui kemitraan ini, kita mempermudah para pelaku industri kreatif kedua negara untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan menciptakan produk kreatif yang tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang berdampak nyata," ujar Irene dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kerja sama kedua negara mencakup promosi konten kreatif di ruang publik strategis, perluasan usaha kuliner lokal, serta pembukaan akses pasar bagi UMKM dari 17 subsektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut sebelumnya diwujudkan melalui showcase MASA Singapore 2026 yang berlangsung pada 2 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Takashimaya dan Gardens by the Bay. Kegiatan ini menampilkan lebih dari 80 merek dan kreator Indonesia dari bidang fesyen, kriya, desain, seni, musik, hingga kuliner.
Ke depan, Indonesia dan Singapura menjajaki sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Di antaranya, penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang ekonomi kreatif, penyediaan akses penayangan konten kreatif Indonesia di ruang publik Singapura, serta fasilitasi ekspansi IP lokal, termasuk dari subsektor gim dan kriya.
Kemudian Irene menegaskan, pemerintah berperan sebagai penghubung untuk mempermudah komunikasi dan membangun kepercayaan antara pelaku industri kreatif kedua negara.
"Pemerintah hadir sebagai jembatan untuk memangkas hambatan komunikasi dan membangun rasa saling percaya antara pelaku kreatif Indonesia dan Singapura. Dengan menggabungkan keahlian serta kekayaan budaya kedua negara, kita dapat menciptakan inovasi baru, mulai dari kriya hingga pengembang gim, yang siap bersaing di pasar global," ucapnya.
Sementara itu, Baey Yam Keng menyambut positif penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Singapura. Ia juga mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam memimpin diplomasi ekonomi kreatif di kawasan.
"Singapura berkomitmen untuk mendukung penguatan ekosistem kreatif di kawasan. Kami ingin hubungan ini terjalin lebih dalam agar kedua pihak dapat saling memahami, sekaligus memfasilitasi ruang perjumpaan, pertukaran ide, dan kolaborasi yang nyata," kata Baey.
Penguatan kerja sama ekonomi kreatif ini juga menjadi bagian dari momentum menyambut 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura pada 2027.










