TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus memperkuat infrastruktur digital dan pengembangan talenta digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya potensi ekonomi digital Indonesia yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto mengatakan, ekonomi digital memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia mendekati USD100, tumbuh sekitar 14 persen yoy, sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
“Salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat didorong adalah ekonomi digital,” kata Haryo dikutip dari siaran persnya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pemerintah terus memperkuat infrastruktur digital dan pasokan energi. Kapasitas pusat data nasional yang saat ini berada pada kisaran 0,45–0,58 GW berpotensi meningkat hingga 11 GW pada 2030.
Sementara itu, Pemerintah merencanakan penambahan kapasitas energi sebesar 69,5 GW berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, yang didukung juga oleh program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, dengan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030. Pemerintah terus merespons kebutuhan tersebut melalui penguatan pendidikan, program Beasiswa Talenta Digital (Digital Talent Scholarship), kerja sama pelatihan dengan penyedia teknologi dan negara lain, termasuk melalui WAICO, serta pemberian insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen untuk kegiatan pelatihan vokasi.
Seiring dengan penguatan infrastruktur dan pengembangan talenta digital, Pemerintah juga mendorong pemanfaatan ekonomi digital untuk membuka peluang usaha dan memperluas pasar, termasuk bagi media lokal. Dengan jutaan pengguna internet pada 2026, media lokal dapat mengambil peran dalam mempromosikan produk UMKM, pariwisata, dan potensi unggulan daerah melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, serta kegiatan komunitas yang dapat menjadi sumber pendapatan baru.
Haryo juga menyampaikan bahwa industri media lokal saat ini menghadapi tantangan perubahan lanskap periklanan yang mendorong perlunya diversifikasi sumber pendapatan. Salah satunya melalui transformasi menuju konsep Beyond Media yang membuka peluang pengembangan layanan kreatif, pengelolaan komunitas, serta penyelenggaraan kegiatan bernilai komersial. Untuk itu, media lokal diharapkan semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dalam memperluas peluang bisnis tentu harus tetap diimbangi dengan independensi editorial dan kredibilitas informasi, karena kepercayaan publik merupakan modal utama keberlanjutan industri media,” pungkasnya.










