TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS), Mousa Saleh Batraki, dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama di sektor ekonomi kreatif, terutama melalui peningkatan kapasitas, pertukaran kebijakan, dan berbagi pengetahuan.

Riefky mengatakan, kemitraan dengan OACPS berpotensi membuka ruang kolaborasi yang sesuai dengan prioritas dan kebutuhan Indonesia maupun negara-negara anggota organisasi tersebut.
"Indonesia melihat potensi besar untuk memperdalam kerja sama dengan OACPS, terutama dalam penguatan kapasitas, pertukaran kebijakan, dan berbagi pengetahuan. Kami berharap kemitraan ini dapat membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kolaborasi internasional di sektor ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan ialah melanjutkan program peningkatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan ekonomi kreatif. Sebelumnya, Indonesia dan OACPS telah bekerja sama melalui lokakarya internasional ekonomi kreatif bagi negara-negara anggota OACPS di Bali.
Pengalaman tersebut menjadi landasan untuk memperluas program serupa guna mendukung pengembangan industri budaya dan kreatif.
"Kami juga mengapresiasi upaya OACPS dalam mendukung industri budaya dan kreatif, termasuk melalui berbagai inisiatif penguatan kapasitas, pendampingan, serta pembukaan peluang bagi para pelaku kreatif," tutur Riefky.
Selain peningkatan kapasitas, Indonesia dan OACPS juga berpeluang memperkuat kerja sama dalam penanganan pascabencana, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif yang terdampak.
Mousa Saleh Batraki menjelaskan, dari 79 negara anggota OACPS, sebanyak 39 negara merupakan negara kepulauan kecil yang rentan terhadap berbagai jenis bencana. Kondisi tersebut berdampak terhadap masyarakat, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.
"OACPS ingin terus membangun jembatan kolaborasi dengan Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan dukungan Indonesia, kedua pihak dapat menjajaki penyusunan program pengembangan kapasitas bersama, termasuk untuk memperkuat kemampuan para pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi dan memulihkan diri setelah bencana," jelas Mousa Saleh Batraki.
Di samping itu, OACPS berencana menyelenggarakan acara bisnis di sela-sela Trade Expo Indonesia 2027. Dalam rencana tersebut, OACPS mengajak Kementerian Ekonomi Kreatif untuk berkolaborasi sekaligus melibatkan pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi internasional, serta mendukung pengembangan kapasitas, dan akses peluang ekonomi bagi pelaku kreatif Indonesia.










