TVRINews, Jakarta
Indonesia dan Filipina menjajaki peluang kerja sama dalam pertukaran dan promosi seniman untuk memperluas akses pasar serta memperkenalkan karya kreatif kedua negara. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi seniman Indonesia tampil di Filipina, begitu pula sebaliknya.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, dengan Deputy Executive Director Philippine Creative Industries Development Council Secretariat, Department of Trade and Industry, Paolo Federico A. Ramos, di sela-sela The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.
Irene menilai, kedekatan budaya Indonesia dan Filipina menjadi modal untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan, termasuk melalui pertukaran seniman dan promosi karya di pasar masing-masing negara.
Menurutnya, dukungan kolektor terhadap seniman muda di Filipina dapat menjadi pembelajaran untuk memperluas kesempatan bagi seniman Indonesia dalam memperkenalkan karya mereka kepada publik Filipina.
"Saya merasa para kolektor dari Filipina sangat mendukung seniman muda mereka. Jika ada kesempatan, kita dapat membawa seniman Indonesia untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka di Filipina, sehingga mereka bisa melihat perbedaan yang ada, begitu pula sebaliknya," ujar Irene dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia menambahkan, seni dapat menjadi sarana untuk menampilkan kekayaan budaya kedua negara. Kesamaan budaya yang dimiliki Indonesia dan Filipina dinilai membuka ruang bagi pengembangan berbagai bentuk kolaborasi di sektor seni.
"Seni merupakan salah satu cara untuk menampilkan budaya, dan kedua negara memiliki banyak kesamaan budaya. Saya rasa ini merupakan sesuatu yang bisa kita kerjakan bersama," ungkapnya.
Sementara itu, Paolo Ramos menyambut baik peluang pengembangan kerja sama ekonomi kreatif dengan Indonesia. Ia menilai kolaborasi dapat diperluas ke berbagai subsektor, termasuk desain, fesyen, musik, dan seni pertunjukan.
Di sektor musik, Paolo melihat adanya peluang kerja sama seiring dengan musisi Filipina yang telah memasuki pasar Indonesia dan musisi Indonesia yang mulai menarik perhatian di Filipina.
"Kami sebenarnya ingin menjajaki hal ini. Sejumlah musisi Filipina yang menurut saya telah berhasil memasuki pasar Indonesia, sementara beberapa musisi Indonesia juga mulai menarik perhatian. Mungkin kita bisa melakukan sesuatu di sektor musik. Saya rasa ada peluang untuk itu," kata Paolo.
Ia juga membuka peluang untuk mengembangkan program kolaborasi melalui berbagai kegiatan yang relevan, termasuk dengan mengundang pelaku ekonomi kreatif dari kedua negara.
Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring ekonomi kreatif Indonesia dan Filipina, sekaligus membuka peluang bagi seniman untuk memperkenalkan karya dan budaya masing-masing ke pasar yang lebih luas.










