TVRINews, Jakarta
Pemerintah mengandalkan penyaluran bantuan pangan dan Gerakan Pangan Nasional untuk membantu menekan harga beras di pasaran hingga akhir 2026. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengatakan, penyaluran bantuan pangan terus dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di tingkat konsumen.
“Bantuan pangan sekarang mengalir lagi sampai dengan Desember, insyaallah bisa mengurangi masalah-masalah kenaikan harga yang ada di pasaran,”kata Andriko dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain penyaluran bantuan pangan, pemerintah juga merencanakan Gerakan Pangan Nasional untuk membantu menjaga stabilitas harga dan pasokan beras. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menekan harga melalui penyaluran beras secara maksimal kepada masyarakat.
Andriko menjelaskan, cadangan beras pemerintah (CBP) masih berada pada tingkat yang tinggi. Pemerintah memperkirakan cadangan beras dapat mencapai sekitar 4,4 juta hingga 4,5 juta ton pada akhir tahun.
Menurut dia, produksi beras nasional juga masih berlangsung hingga November sehingga berpotensi mendukung ketersediaan cadangan pemerintah.
Meski demikian, pemerintah masih menyoroti persoalan harga beras di tingkat hilir. Ketersediaan stok yang memadai perlu diikuti dengan distribusi dan perdagangan yang berjalan baik agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Andriko juga menegaskan bahwa pemerintah akan menindak pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran dan merugikan konsumen, termasuk dalam perdagangan produk beras fortifikasi.
“Yang jadi masalah ini adalah kenapa sampai hilirnya kadang mahal,”tandasnya.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap produksi pangan, tetapi juga terhadap praktik perdagangan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Melalui penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Nasional, dan pengawasan perdagangan, pemerintah berharap ketersediaan beras tetap terjaga serta tekanan harga di pasaran dapat dikendalikan hingga akhir tahun.










