TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penyelenggaraan Jakarta Biennale 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem seni rupa, sekaligus meningkatkan daya saing perupa Indonesia di tingkat internasional.
Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar menilai Jakarta Biennale tidak sekadar menjadi ruang untuk memamerkan karya seni, tetapi juga dapat menjadi sarana strategis dalam mengembangkan potensi industri kreatif dan menciptakan dampak ekonomi bagi para pelaku seni. Hal itu disampaikan dalam audiensi bersama Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
"Ajang perhelatan seni internasional seperti Jakarta Biennale bukan hanya wadah pameran karya, melainkan sarana strategis untuk memajukan potensi industri kreatif dan daya saing para perupa nasional," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 1 September 2026.
Kemudian Irene mengatakan, Kementerian Ekraf berkomitmen memfasilitasi integrasi ekosistem seni rupa agar mampu memberikan nilai tambah dan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku seni di Tanah Air.
Menurutnya, Kementerian Ekraf siap membantu menghubungkan Jakarta Biennale dengan sejumlah mitra kolaborasi, termasuk terkait penyediaan lokasi. Namun, dukungan tersebut perlu didukung dengan perincian kebutuhan dan konsep kegiatan secara lebih detail.
"Kami dari Kementerian Ekraf siap membantu menghubungkan kegiatan ini dengan mitra kolaborasi, salah satunya terkait penyediaan lokasi. Namun kuncinya, detail acara dan kebutuhan proyek harus dirinci terlebih dahulu agar prosesnya lebih mudah," ucapnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan tren positif subsektor seni rupa nasional. Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekraf, nilai ekspor barang subsektor seni rupa meningkat dari 2,45 juta dolar AS pada Januari-April 2025 menjadi 4,28 juta dolar AS pada periode yang sama 2026.
Jakarta Biennale 2026 sendiri akan mengusung tema "Kebal" yang mengangkat isu resiliensi warga Jakarta. Perhelatan seni rupa kontemporer berskala internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober hingga 24 November 2026 di sembilan lokasi di Jakarta.
Kementerian Ekraf juga mengusulkan agar pelaksanaan Jakarta Biennale 2026 disinergikan dengan rangkaian peringatan Hari Ekraf Nasional, melalui program "Oktober Kreasi" yang digelar sepanjang Oktober di berbagai daerah.
Irene turut membahas keterkaitan agenda tersebut dengan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung pada 21-23 Oktober di JIEXPO Kemayoran. Forum global tersebut akan diikuti delegasi dari sekitar 80 negara dan menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy 2026.
Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan DKJ diharapkan dapat memperluas dampak Jakarta Biennale, tidak hanya bagi perkembangan seni rupa, tetapi juga bagi masyarakat dan perekonomian nasional.









