TVRINews, Jakarta
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkap jumlah pengguna KRL Jabodetabek kini telah mencapai rata-rata 1,1 juta penumpang per hari. Angka tersebut bahkan dapat menembus 1,3 juta penumpang pada periode puncak.
Mengantisipasi tren peningkatan tersebut, KAI menyiapkan sejumlah pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas layanan KRL. Pengembangan ini diarahkan untuk menghadapi potensi jumlah penumpang hingga 2 juta orang per hari.
Bobby mengatakan, jumlah pengguna KRL pada semester I 2026 meningkat lebih dari 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatannya lebih dari 11 persen sehingga kita harus meningkatkan sarana dan prasarananya,” kata Bobby dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 24 September 2026.
Salah satu proyek yang dikebut berada di lintas Rangkas Bitung atau green line. KAI akan menambah lima gardu traksi serta meningkatkan kapasitas sembilan gardu lainnya sepanjang 2026.
Penguatan kelistrikan tersebut ditargetkan memungkinkan seluruh lintas Rangkas Bitung melayani rangkaian KRL 12 gerbong atau SF12 mulai semester I 2027.
“Kita mulai memasang lima gardu traksi di tahun ini dan uprating sembilan gardu lainnya sehingga nanti semester satu 2027, jalur green line ini akan bisa dilewati oleh SF12 semua,” ujar Bobby.
Tak hanya Rangkas Bitung, KAI juga melakukan rekayasa pola perjalanan di lintas Nambo. Nantinya, perjalanan Nambo Line akan diterminasi melalui Stasiun Citayam.
Bobby menyebut skema tersebut dapat membuka tambahan 22 slot perjalanan menuju Bogor. Kapasitas Bogor Line pun diproyeksikan meningkat lebih dari 30 persen.
“Nambo Line itu kita akan terminasi via Citayam sehingga itu akan menambah 22 slot yang ke arah Bogor. Ini juga meningkatkan lebih dari 30 persen kapasitas Bogor Line pada saat ini,” jelasnya.
Pengembangan jaringan juga menyasar lintas Bekasi. KAI berencana memperpanjang elektrifikasi atau listrik aliran atas dari Cikarang menuju arah Cikampek pada 2027.
Sementara di jalur selatan, layanan KRL yang saat ini mencapai Bogor direncanakan diperpanjang hingga Cigombong.
KAI juga akan meningkatkan sistem persinyalan di lintas Rangkas Bitung. Langkah ini ditujukan untuk memangkas waktu tunggu antarkereta atau headway.
Jika saat ini jarak antarperjalanan berada di kisaran 10 hingga 15 menit, KAI menargetkan headway dapat dipersingkat menjadi sekitar 4 sampai 5 menit.
“Yang di arah Rangkas itu kita akan tingkatkan juga persinyalannya sehingga yang sekarang 10-15 menit headway-nya akan kita persingkat menjadi 4 atau 5 menit,” tutur Bobby.
Bobby menegaskan berbagai pengembangan tersebut merupakan bagian dari persiapan KAI menghadapi pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek.
Saat ini, rata-rata jumlah penumpang mencapai 1,1 juta orang per hari, termasuk pada akhir pekan. Sementara angka tertinggi telah mencapai sekitar 1,3 juta penumpang dalam sehari.
“Kita siapkan prasarana yang ada di Jabodetabek KRL ini menuju 2 juta penumpang per harinya,” pungkas Bobby.










