TVRINews – Jakarta
Menko Airlangga dan DPM Denis Manturov Bahas Peluang Perdagangan Serta Kolaborasi Industri
Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia sepakat untuk mempercepat serta memperluas kemitraan ekonomi bilateral di berbagai sektor manufaktur, teknologi, hingga perdagangan.strategis tersebut dimatangkan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri (DPM) Rusia Denis Manturov di Bogor, Jawa Barat, Jumat 16 Oktober 2026.
Pertemuan tingkat tinggi ini berfokus pada penguatan kolaborasi antarpelaku usaha (business-to-business), peningkatan kapasitas industri nasional, serta eksplorasi kerja sama di sektor penerbangan dan perkapalan. Lintas dialog ini menjadi tindak lanjut nyata dari hasil perundingan tingkat pimpinan negara antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026 lalu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa hubungan perdagangan kedua negara berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif, refleksi dari peningkatan nilai transaksi komersial yang signifikan.
"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Airlangga dikutip laman resmi Kemenko Perekonomian Sabtu 17 Oktober 2026.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai total perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 4,84 miliar pada 2025, atau mengalami lonjakan sebesar 21,6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 3,98 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, dan produk pertanian, sementara Rusia menyuplai kebutuhan komoditas penting seperti pupuk.
Sejalan dengan dinamika tersebut, DPM Rusia Denis Manturov menyambut baik keterlibatan aktif pelaku usaha kedua belah pihak, termasuk kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," kata Manturov.
Ia menambahkan bahwa membangun kontak bisnis secara langsung merupakan faktor kunci dalam memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan.
Selain sektor industri manufaktur, kedua negara turut mendorong percepatan penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement / I-EAEU FTA). Proses ratifikasi perjanjian tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2026 agar dapat segera berlaku efektif (Entry into Force) guna memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Indonesia.
Pertemuan strategis ini ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk memperkuat rantai pasok global dan pengembangan teknologi di sektor pertanian serta industri. Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam dialog tersebut yakni Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan.










