TVRINews, Jakarta
Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi peluang untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Sebagaimana diketahui, IHSG menunjukan tren pelemahan pada Sesu II perdangan Jumat, 16 Oktober 2026. Hingga pukul 14:45 WIB, IHSG tercatat turun 11,33 persen atau 663,9 poin ke level 5.199,87.
"Kami sebagai Danantara dan juga sebagai Menteri Investasi melihat bahwa justru ini adalah momen. Karena kalau kita lihat, valuasi dari perusahaan-perusahaan kita yang melantai di bursa, termasuk yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara itu, valuasinya sangat boleh dibilang rendah pada saat ini karena terjadinya koreksi. Justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya," kata Rosan dalam konferensi persnya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Rosan yang juga merupakan CEO Danantara memandang investasi sebagai penanaman modal jangka panjang, bukan sekadar aktivitas jual beli saham untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Menurut dia, keyakinan tersebut didasarkan pada penilaian bahwa fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa masih kuat, meskipun saat ini mengalami koreksi harga saham.

(Foto: Menteri Investasi Indonesia sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani)
"Karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment, bukan sebagai investor in-and-out yang anytime bisa masuk/keluar. Karena kita meyakini, melihat, dan menganalisa bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Sangat baik, saya tekankan," tegasnya.
Ia mencontohkan sektor perbankan yang dinilai memiliki fundamental kuat dan solid. Namun, valuasi sejumlah perusahaan di sektor tersebut disebut berada di bawah satu kali price to book value (PBV) serta di bawah median valuasi perusahaan pembanding dalam industri yang sama. Selain perbankan, Rosan melihat peluang investasi pada sektor infrastruktur, telekomunikasi, dan sektor lainnya.
Rosan menilai pelemahan pasar saham saat ini tidak serta-merta mencerminkan memburuknya fundamental perusahaan. Menurutnya, pergerakan pasar juga dapat dipengaruhi faktor teknikal, rumor, dan sentimen nonfundamental.
"Justru dari sisi kami, kami selalu melihat bahwa ini adalah opportunity untuk kita sebagai long-term investment di pasar modal Indonesia untuk masuk bersama-sama beserta ekosistem yang kami ada. Karena kami melihat dan kami sangat meyakini, perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa kita ini akan meningkat ke depannya. Kami sangat meyakini," ujarnya.
Meski mengakui pasar saham mengalami kenaikan dan penurunan, ia menegaskan bahwa fundamental perusahaan tetap menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan investasi.
Oleh karena itu, Rosan menyatakan Danantara optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia dan siap memanfaatkan koreksi harga saham sebagai peluang investasi jangka panjang.
"Oleh sebab itu, kita harus tetap melihat ini suatu opportunity, optimis, dan kami meyakini dan kami dari Danantara siap masuk karena melihat kembali lagi, ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia," pungkasnya.










