TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mendorong Indonesia menjadi kiblat modest fashion dunia sekaligus pusat inovasi fesyen berkelanjutan (sustainable fashion). Upaya ini dilakukan dengan mengoptimalkan kekayaan wastra Nusantara, inovasi desain, serta kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif untuk memperluas jangkauan pasar global.
Irene menegaskan, pengembangan industri fesyen Indonesia perlu berfokus pada dua hal utama, yakni memperkuat posisi Indonesia dalam industri modest fashion dunia dan mendorong inovasi fesyen yang memperhatikan keberlanjutan.
"Dari Kementerian Ekonomi Kreatif, ada dua fokus yang sangat penting untuk fesyen. Pertama, menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Kedua, menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi sustainable fashion. Fesyen berkelanjutan bukan hanya mengenai bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana busana menjadi bagian dari identitas penggunanya," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Irene, pengembangan fesyen berkelanjutan harus mampu menyeimbangkan kapasitas produksi, kelestarian lingkungan, dan keunikan desain. Dengan demikian, industri fesyen tidak hanya menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi juga memiliki karakter dan identitas yang kuat.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperluas kolaborasi antara wastra Nusantara dan subsektor ekonomi kreatif lainnya, termasuk industri gim internasional. Irene mencontohkan motif batik yang dikenakannya sebagai bagian dari suvenir resmi PUBG Mobile World Championship.
Ia menilai, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau pasar global melalui berbagai platform kreatif dan digital.
"Batik dan wastra Indonesia merupakan kebudayaan kita yang sangat diapresiasi di luar negeri. Namun, di dalam negeri, menjadi tugas kita bersama untuk memastikan anak-anak muda merasa relevan menggunakan budaya Indonesia karena ini adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Caranya bisa melalui kolaborasi dengan jenama internasional maupun perluasan pasar ke luar negeri," ucapnya.
Upaya memperkuat posisi fesyen Indonesia di pasar internasional turut ditampilkan dalam Fashion Parade #7 IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Peragaan busana ini menghadirkan karya dari 11 jenama, di antaranya ALRAFI, Asky Febrianty, Batik Siger, Batik Widayati x GEYA, EIWA, Erika Chung, Fahmi Sasirangan, KAYO, Kiki Mahendra, MYLYF Official, dan Puru Kambera.

Dua jenama binaan Kementerian Ekonomi Kreatif, yakni ALRAFI dari Kepulauan Riau dan Batik Siger dari Lampung, turut direkomendasikan untuk tampil di panggung utama.
Berbagai koleksi yang ditampilkan mengangkat kekayaan wastra Nusantara melalui pendekatan desain kontemporer. Fahmi Sasirangan, misalnya, mengolah kain tradisional Kalimantan Selatan menjadi busana modern. Sementara itu, KAYO memadukan batik dan tenun dengan teknik laser cut, bordir, serta ornamen tiga dimensi.
Aspek keberlanjutan juga terlihat melalui karya desainer asal Taiwan, Erika Chung, yang menggunakan serat alami dan bahan daur ulang dalam koleksinya.
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 melalui kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, Indonesia Fashion Chamber (IFC), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta sejumlah mitra strategis.
Perhelatan ini dirancang untuk mempertemukan para kreator dengan pembeli (buyers) internasional. Melalui ajang tersebut, kreativitas dan kekayaan budaya Indonesia diharapkan dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi serta memiliki daya saing di pasar global.










