TVRINews – Jakarta
PIHPS Nasional mencatat lonjakan tajam harga komoditas pangan utama di tingkat pedagang eceran per Rabu pagi.
Lonjakan harga pangan melanda pasar domestik Indonesia pada pertengahan pekan ini. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat komoditas cabai rawit merah mengalami kenaikan paling signifikan hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram di tingkat eceran.
Berdasarkan data pemantauan PIHPS Nasional pada Rabu 21 Oktober pukul 09.00 WIB, tren kenaikan tidak hanya terjadi pada kelompok bumbu dapur, tetapi juga merambah komoditas sumber protein dan pangan pokok harian masyarakat.
Selain cabai rawit merah, varian cabai rawit hijau membuntut di angka Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing diperdagangkan pada kisaran Rp80.000 hingga Rp116.750 per kilogram dan Rp75.000 hingga Rp78.500 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur lainnya, harga bawang merah ukuran sedang bertahan di level Rp42.500 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang berada pada posisi Rp40.000 per kilogram.
Sektor protein hewani turut menunjukkan pergerakan harga yang cukup tinggi. Telur ayam ras dipatok pada level Rp29.500 per kilogram, dan daging ayam ras segar menyentuh Rp50.000 per kilogram. Komoditas daging sapi kualitas I tercatat sebesar Rp152.650 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II diperdagangkan senilai Rp143.600 per kilogram.
Di sektor bahan pokok, beras bergerak relatif dinamis di rentang Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram bergantung pada kelas kualitasnya. Beras kualitas bawah maupun medium diperdagangkan mulai dari Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, sementara varian super berada pada level Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
Pergerakan juga terlihat pada komoditas gula dan minyak goreng. Gula pasir kualitas premium dijual seharga Rp20.000 per kilogram dan gula pasir lokal Rp19.350 per kilogram. Adapun minyak goreng curah berada di level Rp20.300 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek dipasarkan hingga Rp25.000 per liter.










