TVRINews – Jakarta
Nilai tukar rupiah bertahan di level Rp17.980 per dolar AS sementara pasar mengantisipasi arah kebijakan moneter Bank Indonesia hari ini.
Nilai tukar rupiah bergerak mendatar terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu 21 Oktober 2026 pagi, di tengah penantian pelaku pasar terhadap keputusan nilai suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.
Mata uang Garuda mencatatkan posisi Rp17.980 per dolar AS, bergerak stabil dari level penutupan hari sebelumnya. Di saat bersamaan, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia tercatat menguat tipis 0,10 persen ke level 101,80.
Fokus perhatian pasar keuangan saat ini tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Keputusan kebijakan moneter tersebut diambil di tengah dinamika tekanan mata uang domestik serta pergerakan inflasi nasional.
Konsensus pasar menunjukkan mayoritas pelaku industri keuangan memperkirakan potensi penyesuaian suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen. Penyesuaian tersebut diproyeksikan sebagai langkah lanjutan guna menjaga stabilitas stabilitas eksternal dan membendung risiko kenaikan harga domestik.
Sebelumnya, bank sentral telah memperketat kebijakan moneter secara bertahap sepanjang pertengahan tahun ini dengan total kenaikan 100 basis poin hingga mencapai level 5,75 persen. Langkah pengetatan ini diambil sebagai fondasi menjaga nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Laju inflasi tahunan per September mencatatkan kenaikan ke level 3,28 persen, mendekati ambang batas atas proyeksi tahunan bank sentral. Kondisi perkembangan harga bahan pangan dan energi menjadi faktor risiko pembentuk ekspektasi pasar secara keseluruhan.
Pasar kini mencermati apakah bank sentral akan memilih opsi pengetatan moneter lanjutan atau mempertahankan tingkat suku bunga guna menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas finansial.










