TVRINews – Jakarta
Respon Positif Rencana Danantara dan Aksi Buyback Sukses Selamatkan Pasar Saham RI.
Pasar keuangan Indonesia mengalami pemulihan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa 20 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 5,65 persen ke level 5.278,89, didorong oleh penguatan masif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta sentimen rencana aksi korporasi pasar modal.
Kebangkitan ini terjadi setelah indeks mengalami koreksi tajam dalam dua hari sebelumnya menyusul pengumuman evaluasi status dari lembaga pemeringkat MSCI. Berdasarkan Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat transaksi harian mencapai Rp26,5 triliun dengan volume 568 juta lot.
Meski aliran dana asing masih mencatatkan net outflow sebesar Rp2,21 triliun, aksi beli di pasar domestik mampu membawa indeks ditutup pada posisi tertinggi hariannya. Sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 8,8 persen, disusul sektor keuangan yang naik 6,4 persen.
Pemulihan di pasar saham sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mengutip data Refinitiv, rupiah menguat 0,28 persen ke posisi Rp17.980 per dolar AS, kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000.
Pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke level 101,758 turut memberi ruang bagi stabilitas mata uang nasional. Sementara itu, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bertahan stabil di posisi 7,169 persen.
Upaya meredam gejolak pasar terus dilakukan oleh otoritas bursa dan pemerintah. BEI mengumumkan rencana reformasi perhitungan indeks dengan mengeksklusi saham berporsi kepemilikan terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration). Di samping itu, penguatan harga saham didorong oleh langkah mitigasi investasi dari Badan Pengelola Investasi Danantara serta rencana pembelian kembali (buyback) saham oleh sejumlah emiten besar.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa penurunan harga saham BUMN berbasis fundamental kuat merupakan peluang strategis bagi investasi jangka panjang. "Justru melihat ini adalah opportunity untuk kita investasi jangka panjang," tegas Rosan saat mengomentari rasio price to book value (PBV) perbankan nasional yang berada di bawah nilai wajarnya.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada hari ini, Rabu 21 Oktober 2026. Konsensus pasar memproyeksikan potensi kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen guna menopang stabilitas nilai tukar serta mengantisipasi dinamika pasar keuangan global.
Dari ranah internasional, bursa saham Wall Street ditutup bervariasi dengan kenaikan pada indeks Dow Jones sebesar 1,02 persen, dipicu kinerja positif emiten manufaktur 3M dan Northrop Grumman. Sementara itu, Bank Sentral China (PBOC) memutuskan untuk mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun di level 3,00 persen, dan pasar tenaga kerja Inggris mencatatkan penurunan tingkat pengangguran ke level 4,7 persen.










