TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan ekonomi kreatif bukan lagi sektor pelengkap, melainkan bagian penting dari masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional maupun global.
"Ekonomi kreatif bukan lagi sektor pelengkap, tetapi bagian penting dari masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional dan ekonomi dunia," ujar Riefky kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers usai sesi pleno WCCE 2026 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Riefky, posisi strategis ekonomi kreatif tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Pada 2025, sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Selain itu, sebanyak 9,5 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia pada 2025 mengalir ke sektor ekonomi kreatif. Sektor ini juga berkontribusi sebesar 12 persen terhadap ekspor nonmigas Indonesia.
Dari sisi ketenagakerjaan, ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Sebanyak 63 persen di antaranya berasal dari generasi Z dan milenial, sedangkan 58 persen merupakan perempuan.
"Artinya ini inklusif, inklusif sektor Ekraf ini," ucapnya.
Kemudian ia menjelaskan, perkembangan ekonomi kreatif tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara, terutama negara-negara berkembang atau Global South. Karena itu, diperlukan wadah internasional untuk membahas perkembangan sekaligus tantangan yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif.
"Nah perkembangan sektor ekonomi kreatif, pertumbuhan, data-data yang ada ini tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga terjadi terutama di negara-negara global south, negara-negara berkembang," terangnya.
Sebagai informasi, World Conference on Creative Economy (WCCE) merupakan inisiatif Indonesia yang dimulai pada 2018 di Bali. Penyelenggaraannya kemudian berlanjut di Dubai pada 2021, Bali pada 2022, Tashkent pada 2024, dan kembali ke Jakarta pada 2026. Keberlanjutan forum ini menunjukkan upaya Indonesia dalam mengawal diplomasi ekonomi kreatif di tingkat internasional.
WCCE 2026 mengusung tema "Inclusively Creative: Collective Continuity" yang mendorong kolaborasi untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu merespons dinamika global.
Agenda utama WCCE 2026 berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski dan CGV Grand Indonesia, Jakarta. Rangkaian kegiatan meliputi Friends of Creative Economy Meeting pada 21 Oktober, Ministerial Meeting pada 22 Oktober, serta sesi pleno, Creative Sessions, dan B2B Matchmaking pada 22–23 Oktober 2026.
Selain konferensi utama, masyarakat juga dapat menikmati rangkaian Creativillage pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pengalaman kreatif yang menghadirkan karya dan aktivitas dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Rangkaian Creativillage meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8 dan Village Two di MGP Space, SCBD Park pada 21–25 Oktober, serta WCCE Weekland di SCBD Park pada 24–25 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan karya dari subsektor seni, desain, fesyen, literatur, permainan, teknologi, kuliner, kekayaan intelektual, hingga produk kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.










