TVRINews – Jakarta
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada komoditas ayam, cabai, dan bawang, sementara harga daging sapi mulai bergerak turun.
Tren pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar domestik menunjukkan Fluktuasi yang tinggi pasca-perayaan Hari Raya Iduladha.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) kamis 28 mei 2026, mayoritas bahan pangan utama mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, dipicu oleh dinamika permintaan dan penyesuaian pasokan di tingkat distributor.
Komoditas daging ayam ras segar menjadi salah satu yang mengalami lonjakan tertinggi, meningkat sebesar 32,38 persen atau naik Rp12.500 menjadi Rp51.100 per kilogram.
Lonjakan serupa juga terjadi pada sektor hortikultura; bawang putih ukuran sedang meroket 23,45 persen (naik Rp9.100) menjadi Rp47.900 per kilogram, sedangkan bawang merah ukuran sedang naik 11,75 persen ke angka Rp53.750 per kilogram.
Sebaliknya, koreksi harga justru terjadi pada komoditas daging sapi. Setelah sempat berada di level tertinggi menjelang hari raya, harga daging sapi kualitas 1 turun 11,6 persen menjadi Rp131.050 per kilogram, dan kualitas 2 turun 12,4 persen menjadi Rp122.200 per kilogram.
PIHPS juga merilis bahwa ketahanan pangan independen dalam proyeksi ekonominya menyatakan bahwa pola ini merupakan siklus tahunan yang lumrah terjadi.
"Penurunan harga daging sapi pasca-Iduladha merupakan dampak langsung dari melimpahnya ketersediaan stok daging kurban di masyarakat, yang secara otomatis menekan permintaan di pasar konvensional. Namun, tekanan inflasi justru beralih ke sumber protein alternatif seperti daging ayam dan telur, serta komoditas bumbu dapur akibat penyesuaian jalur distribusi logistik setelah libur panjang," ujarnya.
Tekanan Inflasi pada Sektor Beras dan Minyak Goreng
Sektor pangan pokok lainnya seperti beras juga belum menunjukkan tanda-tanda pelandaian. Data PIHPS Bank Indonesia mencatat kenaikan merata di semua lini kualitas beras:
• Beras Kualitas Medium I: Naik 4,02% menjadi Rp16.800/kg.
• Beras Kualitas Medium II: Naik 9,38% menjadi Rp17.500/kg.
• Beras Kualitas Super I: Naik 8,6% menjadi Rp18.950/kg.
Di sektor minyak goreng dan pemanis, minyak goreng kemasan bermerek 1 mengalami kenaikan 12,34 persen menjadi Rp26.850 per kilogram, berbanding terbalik dengan minyak goreng curah yang justru berhasil turun 8,25 persen menjadi Rp18.900 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir kualitas premium melonjak hingga 20,79 persen, menyentuh harga Rp24.400 per kilogram.
Fluktuasi Sektor Hortikultura
Komoditas cabai terus menunjukkan fluktuasi yang tajam. Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing mengalami kenaikan di atas 21 persen, menempatkan harga jualnya di kisaran Rp68.550 dan Rp65.700 per kilogram.
Kenaikan ini kontras dengan cabai rawit hijau yang mengalami deflasi sebesar 11,03 persen menjadi Rp48.000 per kilogram, mencerminkan adanya perbedaan pasokan regional di beberapa daerah sentra produksi.
Secara keseluruhan, fluktuasi harga pasca-Iduladha ini menjadi perhatian serius bagi otoritas moneter dan pemerintah dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang akhir paruh pertama tahun 2026.
Langkah-langkah intervensi pasar dan pemantauan rantai pasok diperkirakan akan terus diintensifkan guna memitigasi risiko inflasi pangan yang lebih luas.










