TVRINews – Jakarta
Menko Perekonomian Targetkan Pertumbuhan Target 8 Persen Melalui Sinergi Lintas Sektor dan Penguatan Sektor UMKM digital.
Pemerintah Indonesia tengah mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan untuk menjaga stabilitas serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi domestik. Langkah strategis ini diambil sebagai instrumen vital dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih membayangi.
Dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang berlangsung di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa akselerasi pembangunan di tingkat regional merupakan fondasi utama bagi kekuatan ekonomi nasional.
"Kita memiliki target besar menuju pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk mencapai target tersebut, daerah harus terus didorong karena pertumbuhan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pertumbuhan daerah," ujar Airlangga dikutip Selasa 26 Mei 2926.
Stabilitas Makro dan Stimulus UMKM
Di tengah fluktuasi pasar global, indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan performa yang cukup tangguh. Airlangga memaparkan bahwa inflasi domestik saat ini terkendali pada angka 2,4 persen. Sementara itu, depresiasi mata uang rupiah tercatat berada di kisaran 2,6 persen sebuah capaian yang dinilai jauh lebih stabil dibandingkan dengan periode tekanan ekonomi sebelumnya.
Sebagai motor penggerak ekonomi di daerah, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendapatkan stimulus finansial. Melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 triliun, pemerintah berhasil mendongkrak kapasitas pelaku usaha hingga 34 persen.
Dampak positif ini turut berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18 hingga 27 persen. Hingga April 2026, realisasi penyaluran stimulus pembiayaan KUR tersebut dilaporkan telah menyentuh angka Rp111 triliun.
Transformasi Digital dan Industri Semikonduktor
Selain sektor konvensional, Jakarta membidik potensi besar dari sektor ekonomi digital. Nilai valuasi ekonomi digital Indonesia saat ini diproyeksikan mencapai USD150 miliar dan diperkirakan melonjak hingga USD400 miliar pada tahun 2030.
Jika integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) berjalan sesuai rencana, total potensi pasar regional diprediksi menembus USD2 triliun, dengan Indonesia memegang pangsa pasar terbesar senilai USD600 miliar.
Guna mendukung kemandirian teknologi tinggi, pemerintah juga sedang mengonsolidasikan ekosistem industri semikonduktor nasional.
Saat ini diarahkan pada penyiapan modal manusia melalui target pelatihan 15.000 talenta semikonduktor dalam tiga tahun ke depan. Pada fase perdana, sebanyak 1.000 peserta telah terjaring dari total 4.500 pendaftar.
Sejalan dengan pengembangan kapasitas SDM, pemerintah mendorong daerah-daerah yang kaya akan cadangan silika untuk menginisiasi program hilirisasi. Langkah ini diproyeksikan mampu memperkuat rantai pasok industri komponen teknologi mutakhir di dalam negeri.
Forum strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Komisi XI DPR RI, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Bank Indonesia, serta para kepala daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia










