TVRINews – Jakarta
Data terbaru Bank Indonesia mencatat ketidakseimbangan pasokan musiman yang memicu lonjakan biaya belanja dapur masyaraka
Gelombang kenaikan harga pangan melanda pasar domestik Indonesia hanya dalam hitungan hari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha tepatnya Selasa 26 Mei 2026.
Berdasarkan Pantauan TVRINews.com di pasar, Harga Pangan hari ini didorong oleh lonjakan permintaan musiman yang signifikan, terutama pada sektor hortikultura seperti cabai dan bawang, serta komoditas protein hewani.
Namun, sinyal positif terlihat pada sektor pangan pokok, di mana harga beras global dan domestik dilaporkan mulai menunjukkan tren stabilisasi dan penurunan bertahap.
Berdasarkan data komprehensif yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Selasa 26 Mei , Fluktuasi harga paling mencolok terjadi pada kelompok komoditas bumbu dapur.
Ketidakseimbangan antara pasokan jangka pendek dan lonjakan permintaan masyarakat menjadi pemicu utama di balik fluktuasi tajam ini.
"Tekanan inflasi pangan menjelang hari besar keagamaan merupakan fenomena siklikal yang kerap terjadi akibat distribusi logistik yang padat dan kepanikan pasar skala kecil. Namun, melandainya harga beras menjadi jangkar penting bagi stabilitas daya beli masyarakat bawah," ungkap dokumen ulasan ekonomi pasar komoditas Bank Indonesia dalam rilis resminya.
Komoditas cabai merah besar mencatat lonjakan tertinggi, menembus angka Rp72.800 per kilogram, atau mengalami kenaikan masif sebesar 31,65 persen. Tren serupa diikuti oleh cabai merah keriting yang merangkak naik 24,02 persen menjadi Rp66.100 per kilogram.
Di sektor bawang, varietas bawang merah ukuran sedang melonjak hingga 15,63 persen ke level Rp55.100 per kilogram, sementara bawang putih mengalami kenaikan moderat sebesar 1,81 persen di angka Rp39.300 per kilogram.
Sementara itu, subsektor protein hewani juga tidak luput dari koreksi ke atas. Menjelang hari penyembelihan kurban, harga daging sapi kualitas premium menyentuh Rp152.700 per kilogram, sedangkan kualitas sekunder berada di kisaran Rp145.200 per kilogram.
Harga daging ayam ras segar dan telur segar masing-masing mengalami apresiasi sebesar 3,24 persen dan 4,09 persen, mencerminkan tingginya konsumsi rumah tangga dalam menyambut hari raya.
Di balik tekanan harga hortikultura, performa komoditas pokok utama, yakni beras, memberikan sentimen positif terhadap stabilitas inflasi nasional. Mayoritas variasi beras, dari kelas medium hingga super, mencatatkan penurunan harga.
Beras kualitas medium I turun sebesar 2,17 persen menjadi Rp15.800 per kilogram, sedangkan varietas super I dan super II kompak melemah masing-masing sebesar 1,44 persen dan 1,47 persen.
Kontras dengan tren penurunan tersebut, hanya beras kualitas rendah I yang masih mengalami penyesuaian naik sebesar 3,09 persen ke posisi Rp15.000 per kilogram.
Penurunan juga terlihat pada sektor komoditas minyak goreng curah yang terkoreksi signifikan sebesar 6,31 persen menjadi Rp19.300 per kilogram, memberikan ruang napas tambahan bagi pelaku industri kuliner mikro dan rumah tangga menjelang perayaan Iduladha tahun ini.










