TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi creative leader yang mampu bersaing di tingkat global.
"Advertising Week Festival (AWF) 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi creative leader yang tidak hanya relevan di tingkat lokal tetapi juga mampu bersaing di tingkat global," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 26 Mei 2026.
Kemudian, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan AWF 2026 yang dinilai menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan talenta kreatif muda di sektor periklanan dan ekonomi kreatif.
Kementerian Ekraf berharap talenta muda Indonesia semakin eksploratif dan adaptif menghadapi perkembangan industri kreatif, khususnya di era transformasi digital.
Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi mengatakan subsektor periklanan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor periklanan masuk dalam lima besar subsektor ekonomi kreatif tahun 2025.
Nilai investasi subsektor periklanan tercatat mencapai Rp6,6 triliun atau meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ini menunjukkan bahwa industri periklanan tidak sunset, tetapi beradaptasi dengan perkembangan baru di dunia teknologi digital," kata Cecep.
AWF 2026 merupakan penyelenggaraan kelima yang digagas Program Studi Periklanan Kreatif Vokasi UI. Festival ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas tahunan, tetapi juga bagian dari implementasi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, media, dan komunitas dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional.










