TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan pembiayaan inklusif dan penguasaan teknologi mutakhir untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang berdaya saing global.
Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Riefky, dukungan pembiayaan dan teknologi menjadi fondasi penting agar para kreator lokal dapat mengembangkan kekayaan intelektual menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

"Dan kegiatan ini juga mencerminkan bagaimana ketika talenta, industri, dan pemerintah bergerak bersama, inovasi akan menghadirkan dampak bagi Indonesia. Dari talenta, nantinya akan menghadirkan solusi nyata," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 26 September 2026.
Kemudian Riefky mengatakan, kolaborasi lintas sektor juga diperlukan untuk memperkuat pengembangan talenta digital sekaligus memperkenalkan program, kebijakan, dan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi kepada masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) melalui Rencana Aksi 2026–2029. Rencana tersebut mencakup delapan strategi pengembangan ekonomi kreatif, yakni riset, pendidikan, pendanaan dan pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, insentif, fasilitasi kekayaan intelektual, serta pelindungan hasil kreativitas.
"Melalui kolaborasi strategis di ajang ini, kami berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya insani kreatif yang cakap digital sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk inovatif tanah air agar dapat mandiri dan bisa mendunia," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riefky juga mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan pengembangan talenta dan inovasi digital. Salah satunya melalui PIDI Talent Expo 2026 yang menghadirkan program Digital Talent Training Camp serta Talent Expo untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, dan menghubungkan talenta dengan kebutuhan industri.
Kementerian Ekraf juga terlibat dalam kurasi dan penjurian program PIDI Digdaya x Hackathon 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas inovasi sekaligus menghasilkan talenta dan solusi digital yang siap diimplementasikan dan memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia.
Dalam program itu, startup ADAKARIR menjadi pemenang kategori Profesional dengan inovasi AI Job Matching berbasis kompetensi. Sementara startup EXPRESSO dari kategori mahasiswa menghadirkan inovasi untuk mendeteksi anomali secara real-time melalui SNAP.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung pada 24–26 September 2026 dan diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta asosiasi industri. Tahun ini, kegiatan mengusung tema "Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional".
Melalui keterlibatan dalam ajang tersebut, Kementerian Ekraf memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong pengembangan talenta, inovasi, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.










