TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menilai subsektor fesyen bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Fesyen dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing, memperluas pasar global, sekaligus membuka lapangan kerja. Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri pameran instalasi mode Gaya Archive Chapter 4 yang digelar pada 18–27 September 2026.
"Kami mengapresiasi komitmen dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Memasuki gelaran keempatnya, ruang ini berhasil menjadi ruang untuk merekam perjalanan kreativitas para perancang mode Indonesia melalui karya, instalasi, dan pendekatan kuratorial," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 26 September 2026.
Menurut Riefky, fesyen Indonesia memiliki kekuatan yang tidak hanya berasal dari kualitas dan kreativitas, tetapi juga kekayaan budaya yang menjadi sumber inspirasi para perancang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor fesyen berkontribusi 58,55 persen terhadap ekspor ekonomi kreatif, dengan nilai mencapai USD5,85 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar USD5,58 miliar.

Sementara itu, fesyen menyumbang 14,77 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif, dengan pertumbuhan sebesar 5,07 persen.
Kemudian Riefky mengatakan, di balik setiap karya fesyen terdapat talenta, keterampilan, inovasi, serta cerita mengenai identitas Indonesia. Karena itu, pengembangan subsektor fesyen dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
"Di balik setiap karya fesyen terdapat talenta, keterampilan, inovasi, serta cerita tentang identitas Indonesia. Karena itu, fesyen memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas," katanya.
Kementerian Ekraf, lanjut Riefky, siap berkolaborasi dengan para desainer senior Indonesia, khususnya Indonesian Fashion Designer Council (IFDC/IPMI) selaku penyelenggara Gaya Archive Chapter 4.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang agar karya fesyen Indonesia tidak hanya diciptakan, tetapi juga dikenal, diapresiasi, dikembangkan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Gaya Archive Chapter 4 menghadirkan arsip karya busana dari 23 desainer IFDC yang diterjemahkan ke dalam instalasi empat musim, yakni Spring, Summer, Autumn, dan Winter. Pameran tersebut mempertemukan sejarah, identitas, kearifan lokal, serta eksplorasi mode Indonesia.
Selain itu, kolaborasi Pagelaran Sabang Merauke dan IFDC melalui instalasi "Hikayat Nusantara" turut menerjemahkan kekayaan budaya Nusantara ke dalam karya fesyen kontemporer.
Dalam kunjungannya, Riefky juga meninjau Pop-Up Store Installation hasil kolaborasi IFDC dan Cotton USA yang ditujukan untuk penggalangan amal bagi korban gempa NTT. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peragaan busana Kanvas Budaya "SATU NAPAS" yang mengeksplorasi perpaduan Batik Kudus dan denim karya 23 desainer.










