TVRINews – Hambalang, Jawa Barat
Rapat terbatas di Hambalang bahas penguatan sektor jasa keuangan untuk dongkrak aktivitas ekonomi produktif.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran tim ekonomi di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Jumat 25 september 2026. Pertemuan strategis ini difokuskan untuk memetakan kondisi perekonomian nasional sekaligus merumuskan langkah antisipasi menghadapi berbagai ketidakpastian global ke depan.
Pada rapat tertutup tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara yang memegang kendali atas kebijakan fiskal dan moneter. Di antaranya adalah Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani, serta Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria. Hadir pula Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pertemuan tingkat tinggi di kediaman pribadi Presiden ini mencerminkan urgensi konsolidasi pemerintah dalam merespons perkembangan pasar keuangan domestik maupun internasional. Sinergi erat antarlembaga dinilai menjadi instrumen krusial untuk memastikan ketahanan makroekonomi tetap terjaga di tengah fluktuasi global.
"Rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo ini membahas kondisi ekonomi terkini dan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga ekonomi Indonesia ke depan," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara melalui keterangan resmi di akun Instagram pribadinya yang dikutip sabtu 26 september 2026.
Dalam arahannya, kepala negara menekankan pentingnya kesiapan instrumen kebijakan guna meredam potensi tekanan eksternal. Dinamika geopolitik dan pergerakan ekonomi global saat ini dinilai menuntut kewaspadaan tinggi dari otoritas dalam negeri agar tidak berdampak buruk terhadap daya beli masyarakat serta iklim investasi.
Selain itu, koordinasi intensif ini juga memastikan bahwa kebijakan fiskal yang dicanangkan pemerintah selaras dengan kebijakan moneter yang dijalankan oleh bank sentral. Keterpaduan langkah antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK dipandang mutlak demi efektivitas intervensi pasar.
Menkeu Suahasil, yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan fiskal, turut memberikan pandangan mendalam mengenai proyeksi anggaran dan ruang fiskal yang tersedia. Keterlibatan langsung para menteri teknis dan pimpinan lembaga independen ini menegaskan komitmen kolektif kabinet dalam mengawal stabilitas pertumbuhan.
"Koordinasi yang solid antar otoritas adalah kunci stabilitas. Fondasi kuat hari ini, untuk Indonesia yang lebih maju esok hari," pungkas Suahasil.
Melalui konsolidasi berkala di Hambalang ini, pemerintah berharap sektor riil nasional tetap mendapatkan proteksi yang memadai, sekaligus mampu menangkap peluang di tengah transisi ekonomi global yang dinamis.










