TVRINews – Jakarta
Harga beras kualitas bawah dan medium melandai, sementara komoditas hortikultura menunjukkan pergerakan harga yang beragam di pasar domestik.
Pasar komoditas pangan domestik menutup pekan dengan dinamika harga yang bervariasi pada sejumlah bahan pokok penting. Berdasarkan pemutakhiran data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, pergeseran harga tercatat terjadi pada komoditas beras, cabai, serta beberapa produk protein hewani, kendati sebagian besar komoditas lainnya terpantau stabil hingga minggu siang 27 september 2026.
Dalam laporan harian PIHPS Bank Indonesia, tren koreksi harga terlihat jelas pada komoditas beras. Rata-rata nasional beras kualitas bawah I terkoreksi sebesar Rp450 menjadi Rp14.900 per kilogram. Penurunan serupa juga dialami oleh beras kualitas bawah II yang melemah Rp200 ke posisi Rp14.700 per kilogram.
Kendati demikian, sebagian besar harga beras kelas medium dan premium masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Beras kualitas medium I, misalnya, tetap stabil di angka Rp16.600 per kilogram, jauh melampaui ketentuan HET sebesar Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I atau premium mengalami penyesuaian turun tipis sebesar Rp200 menjadi Rp17.950 per kilogram.
Di sektor hortikultura, pergerakan harga cabai menunjukkan arah yang saling berlawanan. Cabai merah keriting tercatat merangkak naik 1,14 persen menjadi Rp69.250 per kilogram, diikuti oleh kenaikan harga cabai rawit hijau sebesar 0,82 persen menjadi Rp67.950 per kilogram.
Lonjakan harga tertinggi pada kelompok ini dicatatkan oleh cabai rawit merah yang menembus level Rp96.450 per kilogram. Sebaliknya, tekanan harga dialami oleh cabai merah besar yang turun 1,03 persen menjadi Rp57.400 per kilogram.
Untuk kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami koreksi tipis sebesar 0,59 persen menjadi Rp42.050 per kilogram, sejalan dengan penurunan harga telur ayam ras segar yang berada di kisaran Rp29.950 per kilogram.
Di sisi lain, komoditas daging sapi justru menunjukkan tren penguatan tipis; daging sapi kualitas I naik menjadi Rp152.550 per kilogram, dan kualitas II terkerek ke posisi Rp143.250 per kilogram.
Sementara itu, komoditas penunjang seperti gula pasir lokal serta berbagai jenis minyak goreng, baik curah maupun kemasan bermerek, terpantau stabil tanpa perubahan berarti di pasar eceran nasional. Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat diharapkan terus memantau ketat stabilitas pasokan guna meredam tekanan harga lebih lanjut pada periode mendatang.










