TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyiapkan program Kreatif by Indonesia untuk mendorong karya kreatif lokal menembus pasar nasional hingga global. Program ini dilakukan melalui kurasi karya kreatif potensial agar dapat berkembang dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan program Kreatif by Indonesia merupakan salah satu penugasan Presiden yang tengah dipersiapkan kementeriannya untuk mengembangkan potensi karya kreatif anak bangsa.
"Jadi, Kreatif by Indonesia adalah sebuah kegiatan di Kementerian Ekonomi Kreatif yang mengkurasi karya kreatif dari kita, mencari local hero untuk go national dan mengkurasi kembali national champion untuk go global," ujar Riefky kepada wartawan termasuk tvrinews.com usai pembukaan Festival Literaia 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, proses kurasi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas, asosiasi, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu menemukan karya-karya kreatif potensial yang layak dikembangkan dan diperluas jangkauan pasarnya.
Menurut Riefky, karya kreatif dapat lahir dari berbagai ekosistem, termasuk lingkungan kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kreatif di Indonesia.
Program Kreatif by Indonesia direncanakan mulai dijalankan pada akhir 2026. Kementerian Ekonomi Kreatif selanjutnya akan memperkuat pelaksanaan program tersebut pada 2027 hingga 2029.
"Memang baru kami akan mulai di akhir tahun ini dan akan terus diperkuat untuk tahun 2027, 2028, dan 2029," ucapnya.
Riefky berharap program ini mendapat dukungan berbagai pihak sehingga semakin banyak karya kreatif lokal yang mampu berkembang di tingkat nasional dan menjangkau pasar internasional.
Melalui program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan potensi kreatif Indonesia melalui proses kurasi dan kolaborasi lintas ekosistem, sehingga karya anak bangsa memiliki peluang lebih luas untuk dikenal di pasar global.










