TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong industri modifikasi otomotif nasional naik kelas melalui penguatan akses pasar, investasi, serta rantai pasok yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelaku industri kreatif otomotif Indonesia agar mampu menembus pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menyampaikan hal tersebut dalam gelaran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Menurut Irene, IMX menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem industri modifikasi otomotif, sekaligus memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan skala usaha para pelaku industri kreatif.
"Bagi Ekraf, modifikasi otomotif itu bukan lagi sekadar hobi akhir pekan atau aktivitas pelengkap. Modifikasi otomotif adalah high-value creative industry. Di dalamnya ada kombinasi antara engineering, desainer, perajin, teknologi, brand local, hingga Intellectual Property (IP) dan lifestyle," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia menilai industri modifikasi otomotif memiliki potensi ekonomi yang besar karena mengintegrasikan kreativitas, keahlian teknis, desain, teknologi, dan inovasi. Pengembangan industri ini juga berpeluang membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan perekonomian daerah hingga nasional.
Penguatan industri modifikasi otomotif turut didukung Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Melalui regulasi tersebut, cakupan subsektor ekonomi kreatif nasional diperluas dari 17 menjadi 21 subsektor, termasuk modifikasi otomotif.
Pengakuan tersebut menjadi landasan bagi pengembangan industri modifikasi otomotif sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi investasi, pengembangan talenta, dan pertumbuhan bisnis.
Kemudian Irene mengatakan, kemampuan pelaku modifikasi Indonesia tampil di panggung internasional, seperti Osaka Auto Messe di Jepang dan IMI SEMA Project di Las Vegas, Amerika Serikat, menunjukkan potensi produk lokal untuk bersaing di pasar global.
Namun, ia menegaskan bahwa partisipasi dalam pameran internasional perlu diikuti dengan langkah konkret untuk memperkuat keberlanjutan bisnis di dalam negeri.
"Going global is good, but building a sustainable supply chain is the real game. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan keberhasilan di Osaka atau Las Vegas tidak berhenti sebagai momen selebrasi sekali jalan. Kita harus dorong agar pergerakan ini menghasilkan business matching yang konkret, transaksi ekspor untuk part aftermarket lokal, lisensi IP, serta kolaborasi industri yang scalable dan berkelanjutan secara bisnis," tegasnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Ekraf berkomitmen memperluas akses pasar, mendukung pendaftaran kekayaan intelektual (HKI), serta membuka akses permodalan dan investasi bagi pelaku industri modifikasi otomotif.
Di sisi lain, pelaku usaha juga didorong memperkuat tata kelola perusahaan, mengadopsi teknologi digital, dan meningkatkan standar produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Melalui IMX 2026, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memperluas kontribusi industri modifikasi otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.










