TVRINews – Jakarta
Data Bank Indonesia mencatat penurunan signifikan pada komoditas daging sapi, bawang putih, dan telur ayam di seluruh pasar domestik.
Tren penurunan harga melanda mayoritas komoditas pangan pokok di pasar domestik pada pertengahan Mei.
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dirilis pada Senin 18 Mei 2026, koreksi harga terjadi pada sektor beras, daging, hortikultura, hingga komoditas penyedap rasa.
Deflasi parsial ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas daya beli masyarakat pasca-periode tekanan inflasi musiman.
Penurunan paling tajam tercatat pada komoditas bawang putih ukuran sedang, yang merosot hingga 35,9 persen menjadi Rp25.000 per kilogram, menyusut Rp14.000 dibandingkan periode laporan sebelumnya.
Langkah korektif ini juga diikuti oleh sektor protein hewani; daging sapi kualitas 1 dan 2 masing-masing terkoreksi sebesar 13,73 persen menjadi Rp127.500 per kilogram dan 15,62 persen menjadi Rp117.500 per kilogram. Sementara itu, komoditas telur ayam ras segar turun 19,35 persen ke level Rp25.000 per kilogram.
Di sektor pangan utama, seluruh varian beras menunjukkan pergerakan melandai. Beras kualitas super I dan II kini masing-masing berada di angka Rp16.000 dan Rp15.500 per kilogram, mencatat penurunan identik di atas 8 persen.
Penurunan ini dinilai oleh para pelaku pasar sebagai dampak dari distribusi hasil panen raya regional yang mulai merata di seluruh pasar induk, meminimalisir defisit pasokan di tingkat ritel.
Meskipun arus deflasi mendominasi, anomali kenaikan harga masih membebani sektor hortikultura tertentu. Komoditas cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam sebesar 10,86 persen menjadi Rp75.000 per kilogram, atau naik sebesar Rp7.350.
Minyak goreng curah juga merangkak naik tipis 2,19 persen menjadi Rp21.000 per kilogram, kontras dengan minyak goreng kemasan bermerek yang justru turun di kisaran 7 hingga 10 persen.
Secara keseluruhan, stabilitas harga pangan pada kuartal kedua tahun 2026 ini diproyeksikan akan menjaga laju inflasi inti tetap berada dalam koridor target sasaran Bank Indonesia.
Kendati demikian, volatilitas pada komoditas cabai dan minyak goreng curah tetap memerlukan perhatian intensif dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mencegah efek rembesan (spillover effect) terhadap harga barang konsumsi lainnya.
Ringkasan Data Harga Pangan Strategis (18 Mei 2026):

(Grafis: TVRINews.com/FY (Sumber data: PIHPS Bank Indonesia))










