TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Menurut Tito, negara-negara yang berhasil menjadi negara maju umumnya mampu melewati fase tersebut dengan menjaga pertumbuhan ekonomi pada tingkat tinggi.
“Spesifik mengenai masalah pertumbuhan ekonomi dan kita akan betul-betul kawal juga sama-sama. Karena kita ingin keluar dari negara berkembang, terjebak pada pendapatan kelas menengah, middle income trap. Salah satu kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi harus tinggi, bila perlu double digit,” kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 7 September 2026.
Hal itu disampaikan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Tito menyebut terdapat empat komponen utama yang perlu diperkuat secara bersama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pertama, konsumsi rumah tangga. Menurut Tito, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mencerminkan daya beli masyarakat.
“Itu menyumbang hampir 50 persen angka pertumbuhan ekonomi. Apakah masyarakat memiliki daya beli, sehingga mereka belanja, konsumsi. Itu menjadi penyumbang terbesar, dan ini melibatkan pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Tito.
Sehingga, Tito menilai pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi rumah tangga tetap kuat.
Kedua, belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tito meminta realisasi belanja pemerintah berjalan sesuai target agar anggaran dapat beredar di masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi.
Kemendagri, kata Tito, secara berkala mengevaluasi realisasi belanja pemerintah daerah. Daerah yang realisasi belanjanya masih rendah akan mendapatkan perhatian dan pengingat dari pemerintah. Kemendagri juga menurunkan tim untuk melakukan pemantauan.
“Belanja pemerintah sangat penting, karena untuk meyakinkan bahwa uang pemerintah beredar di masyarakat, dan bisa memancing, menstimulan sektor swasta,” ucap Tito.
Ketiga, investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tito mengatakan investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penambahan modal, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kunci adalah bagaimana daerah bisa mempermudah investasi, mengundang investor, dan lain-lain agar hidup,” tutur Tito.
Keempat, peningkatan ekspor. Tito menilai pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong pengusaha, produsen, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berorientasi pada pasar internasional.
Pemerintah daerah juga dinilai perlu mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan menembus pasar ekspor.
“Kalau ekspor lebih banyak daripada impor, otomatis kita akan memiliki devisa, kita surplus dalam perdagangan internasional. Itu akan memberikan pertumbuhan ekonomi kita menyumbang, angkanya akan menjadi terdongkrak,” ujar Tito.
Tito menegaskan keempat komponen tersebut perlu diperkuat secara bersama-sama agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus meningkat.
Pemerintah pusat dan daerah memiliki peran masing-masing dalam menjaga daya beli, mempercepat belanja, mendorong investasi, serta meningkatkan ekspor.










