TVRINews – Jakarta
Stabilitas Harga Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global.
Perekonomian nasional menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan bahwa tingkat inflasi Indonesia pada periode ini berada di angka 3,28 persen, sebuah posisi yang dinilai stabil dan masih berada dalam koridor sasaran nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen.
Pengendalian harga ini didorong oleh berbagai indikator fundamental yang terjaga dengan baik. Inflasi inti tercatat melandai ke level 2,84 persen secara tahunan (year-on-year). Perkembangan tersebut mencerminkan ekspektasi pasar yang tetap terjangkar dengan kuat, sekaligus mengindikasikan stabilitas harga domestik yang mampu meredam tekanan fluktuasi eksternal maupun internal.
Selain itu, tekanan dari sektor harga yang diatur pemerintah atau Administered Prices turut mereda ke angka 3,25 persen secara tahunan. Penurunan ini terutama disokong oleh normalisasi tingkat mobilitas masyarakat pasca libur sekolah yang secara efektif menahan lonjakan tarif angkutan udara.
Di sisi lain, dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi terbukti relatif terbatas terhadap daya beli masyarakat secara keseluruhan.
Kendati demikian, tantangan struktural masih terdeteksi pada komponen harga pangan bergejolak atau Volatile Food yang menyentuh angka 5,03 persen secara tahunan. Lonjakan pada sektor ini utamanya dipicu oleh pergerakan permintaan pasar serta koreksi volume produksi komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, fenomena El Nino, serta sejumlah bencana alam yang memengaruhi rantai pasok.
Menanggapi pencapaian makroekonomi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan ekspansi pertumbuhan.
"Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbuhnya ekspor menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian," ujar Airlangga melalui keterangan resminya, yang dikutip sabtu 3 Oktober 2026.










