TVRINews, Lampung
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, meningkatkan nilai tambah ikan belo (Anodontostoma selangkat) dan ikan selangat (Anodontostoma chacunda) melalui pengolahan menjadi produk fillet.
Sebelumnya, kedua jenis ikan tersebut hanya dijual nelayan dengan harga sekitar Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram. Setelah melalui proses pengolahan, nilai jualnya meningkat hingga mencapai Rp13.000–Rp14.000 per kilogram.
"Ikan dari nelayan saat ini dihargai Rp2.000/kg olen offtaker, kemudian menjadi ikan fillet dengan harga jual Rp13.000-14.000/kg. Artinya nilainya mengalami kenaikan signifikan," terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP), Erwin Dwiyana melalui keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 2 Oktober 2026.
Proses pengolahan ikan belo dan ikan selangat menjadi fillet dilakukan di area penanganan cold storage yang berada di lokasi KNMP Ketapang.
Pengembangan tersebut menunjukkan KNMP tidak hanya mendukung aktivitas perikanan di sektor hulu, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha turunan di sektor hilir.
KNMP Ketapang juga memberikan dampak terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir dengan melibatkan 11 perempuan yang merupakan istri nelayan sebagai tenaga kerja.
"Tentu ini kabar menggembirakan bahwa KNMP Ketapang bisa menjadi simpul hilirisasi yang menyerap sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir,"jelasnya.
Selain meningkatkan nilai jual ikan, KNMP Ketapang mengolah limbah berupa isi perut, tulang, dan kepala ikan menjadi bahan baku tepung ikan. Limbah tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp3.000–Rp4.000 per kilogram.
Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP, Budi Yuwono, mengapresiasi pengelolaan limbah tersebut karena menjadi bagian dari penerapan konsep zero waste dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan.
"Kami sangat mengapresiasi bahwa hilirisasi juga mengubah limbah menjadi emas. Jadi tidak ada satu bagian pun yang terbuang,"ungkap Budi.
Budi berharap pengembangan KNMP Ketapang dapat menjadi contoh bagi KNMP lain yang memiliki komoditas perikanan serupa untuk mengembangkan pengolahan hasil tangkapan dan meningkatkan nilai ekonomi produk.
"Kami percaya optimalisasi KNMP mampu mewujudkan kesejahteraan nelayan dan kejayaan maritim Indonesia,"tuturnya.










