TVRINews, Jakarta
Upaya memperluas kolaborasi komunitas dan meningkatkan literasi keuangan syariah, khususnya bagi generasi muda, menjadi fokus utama pada 2026. Di tengah dorongan inklusi keuangan nasional, sejumlah upaya dalam memperkuat layanan digital dan edukasi finansial untuk menjangkau masyarakat lebih luas terus dilakukan.
Berdasarkan data per April 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus mendorong berbagai inisiatif kolaboratif guna meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Sejalan dengan langkah tersebut, BCA Syariah mengembangkan layanan digital, memperluas kerja sama komunitas, serta meningkatkan edukasi literasi keuangan syariah yang inklusif. Langkah itu dilakukan bertepatan dengan peringatan usia ke-16 perusahaan.
Hingga April 2026, total aset mencapai Rp19,9 triliun atau tumbuh 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum mengatakan pengembangan layanan turut didukung 79 jaringan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
“Selama 16 tahun, kami telah menemani perjalanan finansial masyarakat Indonesia. ‘Sahabat Berkahmu’ adalah penegasan bahwa ke depan, kami ingin hadir lebih dalam, bukan hanya di transaksi, tetapi di setiap ikhtiar nasabah dalam mencapai kehidupan yang lebih baik dan penuh berkah,” terang Yuli Melati dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 13 Mei 2026.
Penguatan layanan digital dilakukan melalui pembaruan aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah. Aplikasi tersebut mengintegrasikan layanan transaksi harian, perencanaan ibadah, dan investasi syariah dalam satu platform.
Selain itu juga memperluas kerja sama dengan sejumlah institusi dan komunitas Islam, termasuk Masjid Istiqlal dan Masjid Raya Bintaro Jaya. Kolaborasi itu dilakukan untuk mendukung aktivitas komunitas sekaligus memperluas akses layanan keuangan syariah.
Yuli Melati menyebut program literasi keuangan syariah akan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan komunitas yang menyasar generasi muda dan masyarakat umum.
Senada dengan Yuli, Senior Vice President Dana, Jasa dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah, Mia Rahma Amalia mengatakan literasi keuangan digital bagi generasi muda menjadi fokus utama, terutama dalam penggunaan aplikasi perbankan, investasi digital, dan keamanan siber.
Berbagai komunitas dan program edukasi terus digencarkan untuk meningkatkan pemahaman anak muda mengenai pengelolaan keuangan secara bijak.
“Menjadi sahabat berarti hadir di mana nasabah berada, di aplikasi mereka, di masjid mereka, di komunitas mereka, dan di setiap tahap perjalanan hidup mereka. Itulah yang sedang kami bangun,” tandas Mia Rahma.
Dalam rangkaian kampanye tersebut, Yuli Melati menambahkan pihaknya turut meluncurkan Digital Video Commercial (DVC) bertajuk “Sahabat Berkahmu” di berbagai platform media sosial.
“Ini adalah titik awal penguatan peran BCA Syariah di tengah masyarakat. Selama masih ada langkah yang ditempuh dan harapan yang diperjuangkan, kami akan senantiasa mendampingi layaknya sahabat,” tandas Yuli.










