TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menilai konser internasional seperti Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary tidak sekadar menjadi pertunjukan musik, tetapi juga dapat menjadi penggerak berbagai subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Riefky mengatakan, musik dapat menjadi lokomotif yang menarik pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif lainnya. Mulai dari fesyen, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain, fotografi, videografi, periklanan, hingga konten digital.
"Dalam sebuah konser, musik adalah lokomotifnya yang menarik banyak subsektor ekonomi kreatif lainnya. Mulai dari subsektor fesyen, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain, fotografi, videografi, periklanan, hingga konten digital. Semuanya ikut tumbuh bersama melalui aktivitas ekonomi yang tercipta," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 20 Agustus 2026.
Konser Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary akan digelar di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 3 November 2026.
Menurut Riefky, penyelenggaraan konser kelas dunia tersebut juga menjadi kesempatan bagi musisi Indonesia untuk tampil dan berkolaborasi dengan musisi internasional.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan peluang karya dan talenta musik Indonesia dikenal di tingkat global.
Tidak hanya bagi musisi, pengalaman bekerja dalam konser berskala internasional juga dapat meningkatkan kapasitas tenaga profesional di balik panggung. Di antaranya tim produksi, stage management, artist management, audio, hingga lighting engineer.
Kemudian, Riefky menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian dari transfer knowledge yang dapat memperkuat kompetensi dan daya saing industri musik Indonesia.
Ia menambahkan, peran musik sebagai penggerak ekonomi kreatif sejalan dengan Perpres Rindekraf atau Masterplan Ekonomi Kreatif Nasional yang ditandatangani pada 2 Juli 2026.
Dalam kebijakan tersebut, musik menjadi salah satu subsektor prioritas karena dinilai memiliki multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan investasi, ekspor, serta kontribusi produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif.
Riefky berharap konser Andrea Bocelli dapat menjadi contoh untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan internasional dengan memanfaatkan berbagai ruang dan ikon daerah di Indonesia.
"Kami berharap hal ini menjadi inspirasi untuk mengolaborasikan ratusan landmark dan ikon daerah dengan konser internasional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke," ungkapnya.
Selain konser, rangkaian kegiatan di Borobudur juga akan menghadirkan Kampung Budaya yang menampilkan seni tradisional, kuliner, serta produk ekonomi kreatif lokal dari Magelang dan Jawa Tengah.










