TVRINews – Jakarta
Lonjakan harga cabai rawit merah dan komoditas pangan strategis mendominasi pasar eceran nasional pada awal November 2026.
Pasar eceran domestik mengawali bulan November dengan tren kenaikan pada sejumlah komoditas pangan utama. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis Bank Indonesia pada Selasa, 3 November 2026, pukul 07.15 WIB, harga cabai rawit merah melonjak hingga menyentuh level Rp93.650 per kilogram.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas hortikultura lainnya. Cabai merah keriting tercatat diperdagangkan di angka Rp84.400 per kilogram, disusul cabai rawit hijau yang rata-rata dibanderol Rp77.300 per kilogram, serta cabai merah besar sebesar Rp70.300 per kilogram.
Sementara itu, untuk kelompok bumbu dapur, bawang putih berada di kisaran Rp38.550 per kilogram dan bawang merah tercatat seharga Rp37.200 per kilogram di tingkat pedagang eceran.
Dalam laporan terpisah mengenai komoditas karbohidrat, variasi harga beras menunjukkan rentang yang cukup lebar berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas super I menempati posisi tertinggi dengan harga Rp18.050 per kilogram, diikuti beras kualitas super II sebesar Rp17.500 per kilogram.
Untuk kategori menengah, beras medium I dan II masing-masing tercatat di angka Rp16.700 dan Rp16.500 per kilogram. Adapun beras kualitas bawah I dan II dipasarkan pada kisaran Rp14.900 hingga Rp14.800 per kilogram.
Sektor protein hewani turut menunjukkan dinamika harga yang menjadi sorotan konsumen. Daging sapi kualitas I terpantau stabil di level tinggi yakni Rp153.350 per kilogram, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kualitas II yang berada di angka Rp144.450 per kilogram.
Di sisi lain, komoditas telur ayam ras tercatat seharga Rp29.300 per kilogram, sementara harga daging ayam ras segar terpantau di kisaran Rp39.000 per kilogram berdasarkan laporan pemantauan berkala.
Sementara itu, untuk kelompok bahan pokok pendukung, gula pasir premium dipasarkan seharga Rp20.650 per kilogram dan gula lokal Rp19.600 per kilogram. Untuk komoditas minyak goreng, jenis kemasan bermerek I tercatat seharga Rp24.450 per liter, kemasan bermerek II Rp23.700 per liter, serta minyak curah berada di level Rp20.350 per liter.
Bank Indonesia menegaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan rata-rata nasional di tingkat pedagang eceran. Realisasi harga aktual di lapangan dapat bervariasi tergantung pada kondisi pasar dan wilayah masing-masing daerah.









