TVRINews, Jakarta
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Upaya tersebut antara lain melalui program diskon khusus, penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai sekitar Rp30 triliun, serta bantuan beras bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan terus mendorong ekspor sekaligus menjaga konsumsi dalam negeri melalui berbagai program perlindungan daya beli.
Hal tersebut disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 November 2026.
"Ya, tentu kita, ekspor tetap kita dorong. Kemudian daya beli dalam negeri dengan ada program Nataru, ada special discount di sana, dan juga ada program-program bantuan sosial yang senilai dengan angka sekitar Rp30 triliun. Jadi kita gelontorkan bantuan agar daya tahan bisa terjaga," kata Airlangga menjelaskan, Senin, 2 November 2026.
Selain bansos, pemerintah mengandalkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menekan tekanan inflasi dari kelompok pangan.
Airlangga menilai bantuan tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli rumah tangga. Meski demikian, pemerintah masih memantau perkembangan inflasi, terutama komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Ia menyebut inflasi Indonesia masih berada dalam rentang sasaran pemerintah, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus-minus 1 persen. Sehingga, pemerintah belum melihat perkembangan inflasi saat ini sebagai hal yang perlu dikhawatirkan.
"Namun inflasi masih tetap dalam 2,5 plus minus 1 persen, jadi pemerintah tidak khawatir karena yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani. Jadi kita biarkan inflasi masih dalam range yang 2,5 plus minus 1 persen," ujar Airlangga.
Melalui kombinasi program diskon Nataru, bantuan sosial, dan bantuan beras, pemerintah berharap konsumsi masyarakat tetap terjaga serta tekanan kenaikan harga menjelang akhir tahun dapat dikendalikan.









