TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk blockchain, untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha kreatif di Indonesia.
Riefky mengatakan, ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menjawab dua tantangan, yakni menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan menopang keberadaan masyarakat kelas menengah.
"Ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menjawab dua tantangan yang dihadapi, yaitu penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda dan penurunan jumlah masyarakat kelas menengah," kata Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 30 September 2026.
Menurutnya, potensi tersebut terlihat dari komposisi tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Saat ini, sekitar 63 persen dari 27,4 juta pekerja ekonomi kreatif merupakan generasi Z dan milenial.
Lebih lanjut, Riefky menilai kondisi tersebut menunjukkan setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
Untuk memperkuat peran tersebut, Riefky menekankan pentingnya hilirisasi karya ekonomi kreatif serta kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
Kemudian, ia menyebut akses pendanaan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif. Karena itu, kehadiran lembaga keuangan diperlukan untuk menghadirkan terobosan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku ekraf.
"Kehadiran lembaga keuangan menjadi sangat penting dalam pendekatan kolaborasi heksaheliks karena persoalan akses pendanaan masih menjadi tantangan bagi pegiat ekraf," ucapnya.
Riefky menyampaikan bahwa Kementerian Ekraf ingin mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menghadirkan skema pembiayaan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital seperti blockchain.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut dapat dikolaborasikan dengan sejumlah program Kementerian Ekraf, termasuk Program Asta Ekraf melalui Ekraf Data dan Dana Ekraf.
"Bersama InFast Bestari, bisa kita kolaborasikan terkait Program Asta Ekraf seperti Ekraf Data dan Dana Ekraf," ujarnya.
Selain memperluas akses pembiayaan, penguatan ekonomi kreatif juga diarahkan untuk menjaga kapasitas ekonomi masyarakat kelas menengah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat terhadap produk kreatif lokal dan UMKM.










