TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar menegaskan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 harus berkembang tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi platform pengembangan ekonomi kreatif berbasis florikultura dan kekayaan intelektual (IP) daerah. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat identitas Kota Tomohon sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.
"Harapannya TIFF tidak sekadar menjadi festival, tetapi menjadi platform pengembangan ekonomi kreatif. Identitas festival perlu diperkuat melalui tema dan narasi yang khas sehingga memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, penguatan identitas festival menjadi kunci agar TIFF memiliki daya saing sebagai ajang internasional sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam audiensi dengan Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, Pemerintah Kota Tomohon juga mengundang Kementerian Ekraf untuk menghadiri sekaligus membuka TIFF 2026 yang akan berlangsung pada 7–12 Agustus 2026.
TIFF yang telah digelar sejak 2008 dan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) menghadirkan berbagai agenda utama, seperti Tournament of Flowers, Tomohon Flower Carnival, serta Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang promosi, pameran, hingga business matching bagi pelaku ekonomi kreatif.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, menilai kualitas penyelenggaraan festival perlu terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan komunitas dan asosiasi desain. Keterlibatan subsektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, kriya, musik, dan seni pertunjukan juga dinilai penting untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital melalui QR Code dan sistem partisipasi pengunjung diharapkan dapat meningkatkan interaksi selama festival sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan di masa mendatang.
Kemudian, Irene juga menyoroti potensi bunga krisan sebagai identitas ekonomi kreatif Kota Tomohon. Menurutnya, pengembangan produk turunan berbasis krisan, mulai dari teh, minyak esensial hingga berbagai produk kreatif lainnya, dapat memperkuat ekosistem florikultura sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, sektor perhotelan, restoran, hingga industri kreatif daerah.
Di sisi lain, Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk mengatakan TIFF menjadi sarana untuk memperkenalkan Tomohon sebagai Kota Bunga sekaligus membuka peluang investasi dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Seluruh bunga yang digunakan berasal dari petani Tomohon dan kendaraan hias dirancang oleh desainer serta dekorator lokal, sehingga festival ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di Tomohon," kata Wali Kota Tomohon.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan antara Kementerian Ekraf dan Pemerintah Kota Tomohon yang telah dilakukan pada April 2026. Kedua pihak berkomitmen memperkuat identitas TIFF, mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis florikultura, serta meningkatkan promosi festival sebagai salah satu agenda unggulan daerah.










