TVRINews – Jakarta
Airlangga Hartarto siapkan kebijakan baru untuk redam tekanan harga barang pokok.
Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah strategis untuk mengendalikan laju inflasi dengan menitikberatkan pengawasan pada harga pangan bergejolak (volatile food) dan kenaikan biaya produksi pendukung.
Upaya ini dilakukan sebagai respons atas potensi tekanan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi makro.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau dinamika harga komoditas di pasar secara intensif. Menurutnya, meskipun harga sejumlah komoditas seperti emas telah menunjukkan tren penurunan, tantangan utama saat ini justru datang dari kelompok volatile food.
"Kami terus mencermati pergerakan harga yang berisiko menekan inflasi. Saat ini, fokus perhatian tertuju pada komoditas pangan yang harganya cenderung fluktuatif," ujar Airlangga dikutip Rabu 15 Juli 2026.
Dalam upaya mitigasi yang lebih komprehensif, pemerintah tidak hanya berfokus pada komoditas pangan pokok seperti bawang putih, tetapi juga menyasar biaya produksi sektor hilir. Salah satu kebijakan yang segera diimplementasikan adalah percepatan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur efisiensi biaya kemasan.
Airlangga menjelaskan bahwa lonjakan harga kemasan plastik kini menjadi perhatian serius karena hampir seluruh produk makanan olahan bergantung pada komponen tersebut. Efek domino dari kenaikan harga kemasan dinilai mampu memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen akhir.
"Penanganan komoditas pangan dan biaya kemasan menjadi prioritas. Kami telah mendorong agar PMK terkait segera diterbitkan, mengingat dampaknya yang luas bagi industri makanan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah telah merampungkan regulasi serupa untuk sektor strategis lainnya, termasuk industri petrokimia, LPG, serta komponen suku cadang. Langkah-langkah regulatif ini dirancang untuk menciptakan stabilitas harga dari hulu hingga ke hilir.
Pemerintah optimistis bahwa serangkaian kebijakan intervensi ini akan memberikan dampak positif dalam menjaga inflasi tetap berada dalam rentang target. Dengan sinergi kebijakan yang tepat, pemerintah berharap tekanan terhadap harga barang kebutuhan pokok dapat diminimalisir sehingga kondisi ekonomi nasional tetap terkendali dalam beberapa bulan ke depan.
"Tentu harapan kita semua, melalui berbagai instrumen kebijakan yang ada, tekanan harga dapat segera melandai," pungkas Airlangga.










