TVRINews, Bali
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mendorong pelaku kreatif Indonesia untuk lebih percaya diri membawa karya ke pasar dan jejaring internasional.
Menurut Irene, kreativitas Indonesia memiliki potensi besar untuk dikenal dunia. Karena itu, karya kreatif nasional tidak cukup hanya berkembang dan berada di dalam negeri, tetapi perlu mendapatkan akses ke platform internasional.

"Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa, tetapi tidak cukup hanya berada di Indonesia. Kita membutuhkan platform internasional seperti hari ini karena seni adalah sesuatu yang mengikat orang-orang bersama," ujar Irene dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip Minggu, 13 September 2026.
Irene mengatakan, salah satu hal yang perlu diperkuat pelaku kreatif adalah keyakinan terhadap potensi karya yang dimiliki. Pelaku kreatif juga perlu memikirkan pengembangan karya agar dapat memiliki nilai dan daya saing lebih luas.
"Pertama, kita harus lebih percaya diri dan mengakui bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang baik dan bisa kita tawarkan ke seluruh dunia. Kedua, bukan hanya membuat, tetapi juga memikirkan bagaimana karya itu bisa dikembangkan," jelasnya.
Irene menilai forum seperti Art & Bali 2026 dapat menjadi salah satu jembatan bagi pelaku kreatif Indonesia untuk bertemu dengan seniman, desainer, pelaku industri, komunitas, hingga jejaring internasional.
Mengusung tema "Bridging Dichotomies", Art & Bali 2026 menghadirkan berbagai program, mulai dari pameran, instalasi, diskusi, lokakarya, pertunjukan, hingga pasar seni. Salah satu programnya, What The Body Remembers, mempertemukan seniman, desainer, dan maker dari Indonesia dan India melalui eksplorasi tekstil, material, teknik, identitas, dan memori.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memandang pertemuan lintas disiplin dan budaya tersebut sebagai momentum untuk memperkuat daya saing talenta serta kekayaan intelektual Indonesia. Dengan Bali sebagai salah satu simpul kreativitas Indonesia, forum internasional seperti Art & Bali diharapkan dapat memperluas visibilitas karya nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi dan nilai ekonomi baru bagi sektor seni, desain, fesyen, dan kriya.










