TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026. Rupiah turun 0,22 persen menjadi Rp17.577 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan dari pergerakan harga minyak dan sentimen hawkish di pasar global.
Harga minyak yang sempat menyentuh 108 dolar AS per barel memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi global. Kondisi tersebut turut memengaruhi sentimen pelaku pasar terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan mencermati perkembangan harga komoditas serta arah kebijakan moneter dan sentimen pasar global.










